Lewat Safari Keagamaan, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi di Jawa Timur
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan pendekatan pendidikan dan keagamaan. Melalui kegiatan Safari Keagamaan di Jawa Timur, KPK mengajak tokoh agama dan masyarakat menanamkan nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial sebagai fondasi budaya antikorupsi.
Kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Selasa (13/1), menjadi ruang dialog antara KPK, tokoh agama, dan masyarakat. Pendekatan ini dipilih karena pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan bahwa pendekatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan sosial terhadap praktik koruptif.
“Memberantas korupsi bisa dilakukan siapa pun, sesuai latar belakang dan peran. Mulailah tidak korupsi dari diri sendiri, lalu ajak lingkungan sekitar. Dari situ, budaya integritas dibangun bersama,” ujar Ibnu.
Jawa Timur dipilih karena memiliki jaringan komunitas keagamaan dan pesantren yang luas dan mengakar. Menurut KPK, kekuatan ini menjadi modal penting untuk mencegah praktik koruptif yang kerap dibungkus dengan istilah sosial atau keagamaan, seperti gratifikasi dan pungutan liar.
“Setiap pemimpin, berperan strategis sebagai role model bagi seluruh anggotanya. Keteladanan itu menjadi benteng pertama integritas dan ditularkan kepada orang sekitar,” tambahnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji, menyambut baik langkah KPK tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga amanah dan kepercayaan publik.
“Penguatan kesadaran moral dan keteladanan, menjadi kunci agar seluruh jajaran tetap menjaga amanah dan kepercayaan publik,” pungkasnya.
Melalui Safari Keagamaan, KPK menegaskan bahwa pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai antikorupsi perlu dirawat tidak hanya melalui aturan dan penindakan, tetapi juga melalui praktik keseharian yang berlandaskan moral dan keteladanan.
KPK berkomitmen untuk terus membina dan menguatkan kesadaran publik, serta mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Timur menjaga integritas di lingkungannya. Upaya ini diharapkan memperkuat ikhtiar bersama mewujudkan kehidupan yang lebih adil, bersih, dan bermartabat.