Dua Dekade Pengabdian: KPK Beri Tanda Kehormatan bagi Insan Berdedikasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan tertinggi bagi insan komisi yang berhasil menjaga integritas dan loyalitas selama dua dekade pengabdian. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya ini, menjadi simbol di tengah dinamika pemberantasan korupsi yang fluktuatif, bahwa masih ada individu yang mampu berdiri tegak merawat marwah lembaga.
Dalam apel pagi di Gedung Juang KPK, Jakarta, Senin (9/2), Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menganugerahkan tanda kehormatan kepada 7 pegawai dan sertifikat penghargaan masa kerja 20 tahun kepada 18 pegawai lainnya. Setyo menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar urusan masa kerja, melainkan pengakuan atas pengorbanan dan keteguhan prinsip.
“Ini sebuah pengabdian, sebuah pengorbanan, dan sebuah aktivitas kinerja yang patut diperhitungkan,” ujar Setyo saat membuka apel.
Lebih lanjut, Setyo menegaskan penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan lembaga terhadap kontribusi nyata para insan komisi, yang berdedikasi merawat integritas dalam perjalanan panjang KPK.
Selain itu, ia mengimbau seluruh jajaran KPK untuk menghapus pola kerja sektoral yang sering kali menghambat efektivitas lembaga. Menurutnya, memasuki tahun 2026, KPK diprediksi menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, baik di tingkat regional maupun global yang menuntut adaptasi cepat dan sinergi lintas unit.
Hal tersebut, kata Setyo, dapat diwujudkan melalui kolaborasi, koordinasi, dan sinergi antarunit kerja di lingkungan KPK agar mampu melaksanakan tugas lebih optimal. “Pada prinsipnya kita perlu melaksanakan pekerjaan seoptimal mungkin, bahkan secara maksimal,” tegas Setyo.
Melalui momentum ini, KPK menegaskan bahwa apresiasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja yang berkelanjutan serta sebagai motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus bekerja secara maksimal.
Momentum ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi internal KPK tahun 2026, guna membangun budaya kerja profesional dan berkelanjutan. Bagi KPK, keberadaan pegawai yang mampu bertahan selama 20 tahun tanpa cacat integritas merupakan aset terbesar, sekaligus motivasi bagi pegawai muda untuk terus menjaga independensi di tengah berbagai tekanan.
Dengan demikian, apresiasi ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi internal lembaga guna memastikan setiap tugas pemberantasan korupsi di masa depan, berjalan dengan standar etika dan profesionalisme tanpa kompromi.
Kilas Lainnya