Momentum Idul Adha 2026, KPK Ajak Publik Perkuat Integritas Sosial melalui Gaya Hidup Sederhana
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya gaya hidup sederhana, kepedulian sosial, dan pengendalian diri sebagai fondasi integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal KPK, Cahya H. Harefa, dalam kegiatan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (29/5). Pada Idul Adha tahun ini, KPK menyembelih delapan (8) ekor sapi kurban yang berasal dari partisipasi kolektif pimpinan bersama para pegawai sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong untuk mengenang insan KPK yang telah berpulang.
Menurut Cahya, makna kurban saat ini tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga refleksi moral untuk menahan sikap berlebihan, egoisme, dan orientasi hidup yang semata berpusat pada diri sendiri. Ia menilai kemampuan mengendalikan gaya hidup konsumtif merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang adil dan berintegritas.
“Semangat Idul Adha harus diwujudkan melalui keberanian menjaga integritas dan menolak segala bentuk pembiaran terhadap praktik korupsi. Korupsi tidak hanya merugikan negara secara administratif, tetapi juga berdampak langsung terhadap hak-hak dasar masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kesejahteraan sosial,” ujar Cahya.
Ia menambahkan, pengabdian dalam pemberantasan korupsi harus dijalankan dengan kesadaran moral dan empati sosial, sebab praktik korupsi pada akhirnya merampas kesempatan masyarakat untuk hidup lebih layak. Karena itu, KPK memandang nilai kesederhanaan, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari pendidikan integritas yang perlu terus ditanamkan.
“Baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, kurban menjadi pengingat bahwa integritas tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dari situlah tumbuh kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Cahya juga mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh insan KPK dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Menurutnya, budaya gotong royong dan solidaritas sosial mencerminkan bahwa integritas tidak hanya hadir dalam pelaksanaan tugas kelembagaan, tetapi juga tercermin dalam relasi sosial dan kepedulian antarsesama.
“Setiap daging kurban yang dibagikan, setiap peternak yang diberdayakan, hingga manfaat yang diterima masyarakat merupakan bentuk nyata bahwa semangat berbagi dapat menghadirkan keadilan sosial dan memperkuat kepedulian antarsesama,” pungkas Cahya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlas KPK, Basuki Haryono, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme pegawai dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Menurutnya, partisipasi tersebut mencerminkan tumbuhnya semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan KPK.
Distribusi daging kurban dilakukan KPK dengan mengutamakan prinsip pemerataan dan kebermanfaatan sosial, dengan penerima manfaat mencakup pegawai outsourcing, rekan-rekan jurnalis, serta masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan Gedung Merah Putih KPK, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC), dan Rupbasan KPK. Langkah tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekitar lembaga.
Melalui momentum Idul Adha, KPK berharap semangat gotong royong, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh sebagai bagian dari penguatan budaya antikorupsi di tengah masyarakat. KPK juga menegaskan seluruh rangkaian pelaksanaan kurban dijalankan dengan memperhatikan prinsip kebersihan serta tata kelola pemotongan hewan yang baik dan bertanggung jawab.
Kilas Lainnya