Komisi Pemberantasan Korupsi

Laporan Tahunan KPK 2016

Dan memang, hampir sepanjang 2016, pola seperti itu yang dilakukan KPK. Pada bidang pencegahan, misalnya, KPK membuat banyak terobosan baru. Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan
(Korsupgah) pada 2016 dilakukan terintegrasi dengan menggandeng bidang penindakan. Melalui Korsupgah Terintegrasi, KPK bisa menggali lebih banyak data dan fakta di daerah sasaran program.
Akibatnya, KPK bisa mengetahui sumber permasalahan di berbagai daerah sasaran program, sehingga pendampingan yang dilakukan
juga sejalan. Ibarat mengobati penyakit, jika diagnosisnya tepat, maka tepat pula terapi yang diberikan.

Begitu pula untuk program lain, misal pemberantasan korupsi sektor kesehatan, energi, swasta, politik, maupun yang terkait dengan edukasi, sosialisasi, dan kampanye, semua dilakukan dengan terlebih dahulu menggali akar masalah.

Terkait upaya meningkatkan tingkat kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN), misalnya. Dalam hal ini, KPK terus menggali permasalahan yang menyebabkan penyelenggara negara “enggan” melaporkan harta kekayaanya. Dari sini KPK menemukan fakta, bahwa bagi penyelenggara negara yang berada di daerah terpencil, tentu akan kesulitan jika harus datang ke KPK. Selain kendala waktu, juga terdapat konsekuensi biaya yang bisa menjadi beban.

Dari sinilah KPK kemudian meluncurkan e-LHKPN. Melalui aplikasi berbasis teknologi informasi tersebut, penyelenggara negara tak perlu datang ke Ibu Kota. Cukup klik, mengisi, dan kemudian mengirim melalui aplikasi yang sama, sudah selesai. Sangat praktis.

Unduh Laporan Tahunan KPK 2016 Bahasa Indonesia

Unduh Laporan Tahunan KPK 2016 Bahasa Inggris

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. Kuningan Persada Kav. 4
Jakarta Selatan 12950
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.