Direktorat Gratifikasi KPK melakukan sosialisasi pengendalian gratifikasi secara rutin kepada seluruh pegawai negeri dan penyelenggara negara di Kementerian/ Lembaga/Organisasi/Pemerintah Daerah di seluruh wilayah Indonesia. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang gratifikasi serta ancaman pidana bagi Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara yang menerima gratifikasi. Harapannya, Pegawai Negeri dan Penyelenggara Negara dapat menolak pemberian gratifikasi yang ditawarkan kepadanya. Namun demikian, suatu peristiwa gratifikasi dapat terjadi juga karena adanya peran pihak pemberi. Praktik ini lazim dilakukan oleh masyarakat selaku pengguna layanan sebagai ungkapan terima kasih atau dalam kerangka hubungan kerja dengan pemerintah. Sehingga pembelajaran untuk tidak memberikan gratifikasi kepada penyedia layanan juga perlu disampaikan.

Pertambangan mineral dan batubara (Minerba) merupakan salah satu sumber daya alam (SDA) tak terbarukan (unrenewable) yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia untuk dapat dikelola dengan baik. Pengelolaan sumber daya alam tersebut harus mengacu pada UUD 1945, khususnya pasal 33 yang mengamanatkan pengelolaan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam dekade terakhir, kita dengar berbagai langkah dilakukan untuk memberantas korupsi di seluruh dunia. Konvensi-konvensi internasional silih berganti meluncurkan gerakan dan instrumen khusus untuk keperluan itu. Pakar dan akademisi menulis jurnal dan melakukan penelitian untuk mencoba memahami dan memberi solusi bagi permasalahan pemberantasan korupsi yang kompleks.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai tindak pidana korupsi korporasi, Mahkamah Agung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi mengadakan rangkaian seminar dan benchmarking training  pada tanggal 20-23 Februari 2017. Kegiatan ini menghadirkan para pembicara dari dalam maupun luar negeri dengan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi.

Pelaksanaan konferensi International Business Integrity Conference (IIBIC) 2016 berjalan dengan sangat baik dan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh pihak yang berpartisipasi pada acara ini. Konferensi ini telah dihadiri oleh total 1674 orang peserta dari seluruh Indonesia dan perwakilan dari beberapa negara, melibatkan 20 orang moderator dan 102 orang narasumber dari tingkat nasional maupun internasional, serta tersedianya 12 booth pameran inisiatif antikorupsi dari beberapa institusi di Indonesia.

Halaman 1 dari 3
Top