Sebidang tanah beserta bangunan rumah di atasnya, yang berlokasi di kota Surakarta, Jawa Tengah, kini telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Surakarta untuk dijadikan salah satu lokasi wisata budaya. Aset tanah dan bangunan ini berasal dari barang rampasan milik negara dari tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang telah berkekuatan hukum tetap. Melalui sebuah prosesi, Selasa (17/10) di Surakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghibahkan barang milik negara tersebut kepada Pemerintah Kota Surakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengoperasikan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK pada Jumat (6/10) di Jakarta. Rutan yang berkapasitas 37 tahanan itu terletak di bagian belakang Gedung Merah Putih KPK.

Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan, pembangunan rumah tahanan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM M.HH-01.OT.01.01 tentang Tempat Tahanan pada Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai Cabang Rumah Tahanan. "Yang kami bangun sudah memenuhi spesifikasi teknis gedung dan syarat Kementerian Hukum dan HAM," katanya.

Top