|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| jaja | Dikirim: 2009/11/6 15:59 Dirubah: 2009/11/9 10:23 |
|
masalah gaji yang kecil ???, contohnya PNS udah jelas2 tugas pns itu ngabdi pada negara, harusnya jangan berprinsip cari uang dibalik pengabdian. kalo ga' mau resiko gaji kecil ya.... jangan jadi pns, jadi pedagang aja di pasar.........
|
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| YANTO SUNARYO | Dikirim: 2009/11/6 16:38 Dirubah: 2009/11/9 10:21 |
|
saya tidak setuju jika korupsi dikatakan budaya, budaya adalah hasil karya cipta, budi dan daya manusia yang berujung pada kebaikan..sementara prilaku korup berujung pada kejahatan, jadi lebih tepat korupsi disebut kontra budaya...
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| Siti | Dikirim: 2009/11/6 16:57 Dirubah: 2009/11/9 10:20 |
|
Timbulnya KORUPSI di PNS krn budaya kita mengenal extended family (keluarga besar, bukan inti/batih saja). Kita tdk mau dibilang "tak mampu" (malu) shg krn "gengsi" ya...terpaksa melakukan "KORUPSI". Bisa saja dari sisi "WAKTU" = hdr di ktr hanya absen sj lalu cari obyekan di tmpt lain yg lbh menjanjikan, atau secara terus terang minta "FEE" (ekstra biaya) dlm suatu proses pembuatan dokumen diatas biaya resmi, mis : 3 hr...lbh bsr kalau diproses untuk 10 hr dsb. Hal ini biasanya mengusik investor asing. Saran : perbaiki remunerasi dan juga seluruh proses pekerjaan yg dilakukan PNS harus ada DAFTAR HARGA yg jelas. Sy pernah akan direkrut jd konsultan di instansi pemerintah, tp dia akan mark-up gaji sy dan 15% utk dia & teman2 di divisinya. Sy tolak, krn sy takut di azab !!! sptnya hal ini sdh biasa...di lahan yg basah. Konsumerisme merajalela...krn tayangan film Barat dan iklan...!!!
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| andi | Dikirim: 2009/11/6 19:35 Dirubah: 2009/11/9 10:19 |
|
Para PNS korupsi karena kebiasaan buruk yang telah membudaya,jika ada PNS tertangkap melakukan praktek korupsi hanya semata-mata membela diri,apalagi sekarang kesejahteraan PNS membaik beda dengan sebelum reformasi dapat bgian beras pera.........
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| Pengamat Mafia Hukum | Dikirim: 2009/11/7 5:52 Dirubah: 2009/11/9 10:17 |
|
Tersangka Emon Sampurna Jaya dahulu sangat dekat dengan salah seorang keluarga "Cendana". Dia cukup "dikenal" di kalangan oknum kepolisian dan kejaksaan.
Ada keganjilan, nama korban yang berubah, pada peliputan kembali oleh BUSER LIPUTAN6 SCTV pada tanggal 23 Oktober 2009. Awas permainan antara "Emon", korban, dan oknum aparat penegak hukum, dan mungkin juga wartawan. Kabar terakhir, tersangka Emon yang sedang di BAP dan ditahan di Poltabes Bandar Lampung, mendapat perlakuan istimewa dengan berobat luar di RS Bumi Waras, Bandar Lampung. Mari kita pantau terus kasus ini.
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| alfiandri | Dikirim: 2009/11/7 10:10 Dirubah: 2009/11/9 10:15 |
|
Jika pemerintah telah menetapkan kenaikan gaji pejabat negara dengan perbandingan negera-negara lain, kalau bisa gaji guru dan pegawai lainnya juga dengan memperbandingkan dengan negara lain, gak usah jauh-jauh pak malaysia saja. Saya setuju dengan statementnya bahwa gaji kecil memicu korupsi.
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| meydi | Dikirim: 2009/11/7 10:29 Dirubah: 2009/11/9 10:14 |
|
ass wr wb... menanggapi apa yg d sampaikan diatas, jujur saya sangat tidak sependapat dgn apa yg dikatakan bpk abdulah.H karena dibanding pedagang kecil laenya mka gaji pn jauh lebih besar. Itu semua belum ditambah dgn uang makan dan uang luaran laen seperti uang kegiatan dsb. Saya mengatakan karena saya tau merasakan sendiri. Dan kenyataan lain para koruptor adalah org berkecukupan dan pintar. Jdi menurut saya ahlak mereka lah yg harus di perbaiki. Dsamping harus adanya tindakan yg tegas dalam penegakan hukum serta repormasi trhadap lembaga penegak hukum itu sendiri.
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| Denny Fajar Winata | Dikirim: 2009/11/8 5:41 Dirubah: 2009/11/9 10:12 |
|
Oh, mohon maaf kalo gajinya kurang maka demi Allah semua pekerja bukan hanya PNS berhak minta naik gaji. Kemudian apakah ini mampu dibarengi dengan NAIKNYA kinerja DARI PEKERJA yang sudah korup? mohon maaf saya SETUJU KALO GAJI PNS dinaikkan TAPI harus ada format ulang di mana orang2 yang terlanjur korup harus diganti agar yakin mereka2 yang sudah dengan gaji naik mampu kerja dengan profesionalitas yang lebih baik. Maaf saja kalo dengan alasan gaji kurang ato semacam itulah KENAPA tidak cari rejeki di luar. APA SIH SUSAHNYA KERJA PNS sampai-sampai harus dinaikkan. saya juga RAKYAT INDONESIA udah kadung jengkel pengalaman yang namanya berhub dg PNS. APAKAH DIJAMIN KORUPSI akan turun besar bila gaji naik? KERAKUSAN harus ditahan dengan PENGAWASAN dan pengawasan. kalo masalah kenaikan gaji. AKAN SANGAT BAGUS KALO PENSIUNANNYA SAJA YANG DINAIKKAN SEHINGGA PASTILAH MEREKA AKAN MERASA AMAN DAN YAKIN KALO KESEJAHTERAN MEREKA DIJAMIN. KALO PAS KERJANYA? MOHON MAAF KEMBALI PADA ALASAN SAYA DI ATAS APAKAH ADA JAMINANNYA ORANG YANG SUDAH KORUP MEUDIAN TOBAT KARENA GAJINYA DINAIKKAN, YA... SEMOGA SAJA KALO INI TERJADI BUKANLAH OMONG KOSONG YANG KITA HARAPKAN AKAN MENGURANGI KORUPSI
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| Rio | Dikirim: 2009/11/8 17:05 Dirubah: 2009/11/9 8:20 |
|
Saya kurang setuju pak.
Korupsi adalah masalah sikap mental, latar belakang sosial, juga pemahaman ttg agama.
Saya dan mungkin banyak juga org Indonesia di sektor swasta yg bergaji kecil, namun insyaAllah kami tetap berada dlm jalan yg lurus.
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| rahmat | Dikirim: 2009/11/9 7:02 Dirubah: 2009/11/9 8:18 |
|
leres pisan kang dede bapak gubernur nu kasep tea, gaji alit matak ngadorong kana korupsi, tapi da saumpamina dicekap2keun mah gaji alit ge janten barokah, da seu2eurna mah nu pangkat prajurit ari gaya hidup hoyong siga jendral janten we kitu... hapunten abdi urang jawa barat tos kumawantun! demi jabar ok !
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| asong | Dikirim: 2009/11/9 10:30 Dirubah: 2009/11/9 10:31 |
|
kenaikan gaji bukanlah solusi yang tepat menarik benang merah dalam korupsi di pegawai negeri sipil (pns),
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| alung | Dikirim: 2009/11/9 23:16 Dirubah: 2009/11/10 8:00 |
|
gaji kecil atau besar kurupsi akan berlangsung terus... mengapa??? nurani para koruptor telah mati...... uang adalah allah/penolong sang koruptor.....
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| Riel | Dikirim: 2009/11/10 21:56 Dirubah: 2009/11/11 10:24 |
|
besarnya gaji, bukanlah jaminan tidak terjadi korupsi. Terjadinya korupsi karena mental & moral bangsa kita memang rendah, perseteruan polri vs KPK + kejaksaan telah memberikan pembelajaran bahwa telah terjadi pembodohan dan pembohongan publik baik ditingkat pusat maupun didaerah, keberpihakan kepada rakyat hanya fatamorgana, klise saja.
Kita tunggu saja apa jadinya bangsa kita yang tercinta ini ------ sepatutnya kita malu dgn arwah pahlawan yg berjuang tanpa pamrih, bayangkan ahli strategi mana yg berani mengatakan bhw bambu runcing mampu mengalahkan mesin pembunuh modern dan mereka (pahlawan) telah membuktikannya. Kita tunggu, mungkinkah KPK menjadi dewa penyelamat ?
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| RIZKI | Dikirim: 2009/11/10 22:46 Dirubah: 2009/11/11 10:23 |
|
Gaji kecil PNS merupakan salah satu unsur yg paling mendasar dalam motivasi perilaku korupsi. Perbandingan antara gaji PNS dengan tanggung jawab yg diembannya masih sangat jomplang. Apalagi tanggung jawab PNS instansi pemerintah pusat. Remunerasi yg berjalan belum adil! Seolah-olah ada instansi pemerintah yg penting dan yg tidak penting.
Faktor selanjutnya adalah faktor budaya birokrasi yg manipulatif, urut kacang dan budaya "terserah pimpinan". Hal ini tercermin dari adanya posisi2 yg memerlukan latar belakang pendidikan tertentu namun diabaikan. Misalnya: Kepala Biro Hukum namun dengan latar belakang non SH. Ternyata, ybs dikenal dekat dengan pejabat tertentu.
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| soleh | Dikirim: 2009/11/11 13:56 Dirubah: 2009/11/12 9:28 |
|
setuju gaji dinaikkan daripada korupsi terus n negara hancur.Kalau dinaikan bisa tegak kalau tetep minim tetep aja korupsi
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| Budaya Korupsi | Dikirim: 2009/11/12 10:06 Dirubah: 2009/11/12 10:52 |
|
Dear Saudara/Saudari,
Akar dari segala korupsi bersumber pada "Budaya" yang telah turun menurun hidup dalam masyarakat Indonesia. "Budaya Korupsi" ini harus dibabat habis dari pucuk pohon hingga ke akar oleh seluruh masyarakat. Janganlah menggunakan tindakan kasar dalam melakukan hal tersebut.
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| tata | Dikirim: 2009/11/12 10:38 Dirubah: 2009/11/12 10:53 |
|
tuh pns ga bersyukur, gajinya lumayan gede di atas 1 juta an, coba liat GTT gajinya cuma rata2 250 ribuan, di tempat saya bisa aja di pas pasin buat 1 bulan
|
|
|
|
| Pengirim | Sambungan Pesan |
|---|---|
| mahmud | Dikirim: 2009/11/12 13:52 Dirubah: 2009/11/13 8:19 |
|
tugas sosiologi..
|
|
|
|
Tentang KPK
Indonesia
English
KPK Online Monitoring System
A C C H
Sebanyak 70% pegawai negeri sipil (PNS) yang tersangkut kasus korupsi beralasan,perilaku korup yang mereka lakukan dikarenakan kebutuhan, lantaran gaji yang diterima tidak mencukupi. 


Pengadaan KPK