|
|
|
|
|
| |
1. Q: Ada berapa penerbit buku di lingkungan Kelompok Kompas Gramedia?
A: Penerbit Buku di lingkungan KKG adalah: Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Penerbit ElexMedia Komputindo, Penerbit Gramedia Widya Sarana (Grasindo) , Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Penerbit Kompas Media Nusantara, Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP), dan Penerbit Prima Media Pustaka. Masing-masing penerbit mempunyai spesialisasi dalam hal produksinya.
2. Q: Mengapa Gramedia Group tidak lagi ikut serta dlm Frankfurt International Book Fair?
A: Pertanyaan ini–lisan maupun tertulis–sering disampaikan oleh para mahasiswa dan relasi di Eropa. Sejak 1990, Gramedia Group memang membuka stand di pameran itu sampai pada tahun 1998, ketika krisis ekonomi sedang melanda Indonesia. Berhubung kurs mata uang US $ dan DM terhadap rupiah naik sangat tinggi, maka biaya untuk membuka stand dirasakan sangat berat. Biaya itu meliputi sewa stand dengan segala perlengkapannya, biaya hotel, ticket pesawat, serta biaya SDM yang dikirimkan ke sana. Maka, untuk sementara ini Gramedia Group "istirahat" dulu untuk ikut menjadi peserta di pameran buku internasional tersebut.
3. Q: Mengapa di kota saya belum ada toko buku Gramedia?
A: Idealnya, di semua kota besar di Indonesia perlu mempunyai toko buku Gramedia. Mohon Anda bersabar, semoga PT Transito Asri Media juga mendirikan toko buku di kota anda. Sampai saat ini, toko buku Gramedia sudah hadir beberapa kota besar seperti di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Bandung, Cirebon, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Jember, Denpasar, Ujung Pandang, Balikpapan, Banjarmasin, Manado, Palembang, Pakanbaru, Medan, Padang, dan Bandar Lampung.
4. Q: Apakah buku cacat produksi (hlm kosong, tidak ada, atau lain isinya) bisa diganti?
A: Beberapa kali terjadi pembeli buku kecewa karena buku yang dibelinya ternyata ada cacat produksi (mis: ada halaman yang hilang, halaman kosong tanpa isi, isi halaman keliru isi buku lain, kertas terlipat dsb.). Pada prinsipnya kami–penerbit–bertanggungjawab untuk mengganti buku yang cacat produksi tersebut. Apabila Anda mengalami hal demikian, silakan Anda mengembalikan buku tersebut ke toko buku dengan menunjukkan tanda pembelian buku itu–untuk minta penggantian buku yang tidak cacat produksi. Pada gilirannya, kami akan memberikan ganti juga kepada toko buku yang bersangkutan, asal saja buku itu bukan buku bajakan. Bagaimana kalau buku yang Anda terima itu merupakan hadiah? Bila toko buku tidak bersedia menggantinya karena Anda tidak mempunyai bukti tanda pembelian, Anda bisa mengirimkan ke alamat penerbit. Penerbit pasti akan menggantinya setelah memeriksa bahwa buku itu bukan buku bajakan. Hal terakhir ini perlu kami tegaskan karena ada beberapa judul buku kami juga telah dibajak.
Sebagai tambahan informasi perlu kami sampaikan kepada Anda bahwa biasanya perusahaan penerbitan buku tidak mempunyai perusahaan percetakannya sendiri. Kami memberikan order cetak kepada perusahaan percetakan. Perusahaan percetakan menyerahkan buku-buku yang kami pesan sudah dalam keadaan terbungkus (wrapping ) dengan plastik. Jadi, kami tidak mungkin dapat memeriksa hasil cetakan itu halaman demi halaman. Karena itu, dibuatlah kesepakatan antara perusahaan penerbitan buku dengan perusahaan percetakan dan perusahaan toko buku bahwa apabila konsumen mendapatkan buku yang cacat produksi maka konsumen itu berhak mendapatkan penggantian buku yang tidak cacat oleh penerbit. Boleh dikatakan semua penerbit melaksnakan kebiasaan dan kesepakatan ini. Karena itu, alamat penerbit dicantumkan pada halaman sampul buku bagian belakang atau di halaman isi depan. |
|
|
|