|
GCG & Etika Bisnis
|
Kontak/Pengaduan
Supaya pengaduan dapat kami pelajari dan diteruskan, berikut adalah tata cara pelaporan pengaduan masyarakat:

Komentar2 merupakan tanggungjawab pengirim. Kami tidak bertanggungjawab terhadap isinya.
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/7 20:26 Dirubah: 2009/8/7 20:26 |
| |
 KORUPTOR KELAS TERI Menanggis Kasus Korupsi Bank Pasar Klaten mengakibatkan Kerugian Negara 19 juta. Terdakwa ditahan selama 1 tahun 3 bulan tanpa ada surat penahanan. Didenda 50 juta dan telah mengganti 19juta. Barang bukti yang diajukan terdakwa hilang di Pengadilan Klaten. Jaksa telah membuatkan surat kepada terdakwa agar tidak menggunakan Penasehat Hukum dan tidak boleh menuntut hak-haknya. Beginilah penerapan UU Korupsi tanpa menggunakan Asas Praduga Tak Bersalah, adanya hanya perampasan hak-hak seseorang. atau untuk menutupi Koruptor yang sesungguhnya. Perkara tersebut dilaporkan oleh Direktur Bank Pasar dan Bupati Klaten. Sungguh ironis Penegak Hukum melakukan hal tersebut. :cry: :cry: :cry: Beeeeeeenarkah Terdakwa Seorang Koruptor ??????
|
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/31 23:02 Dirubah: 2009/9/8 7:40 |
| |
 Re: KORUPTOR KELAS TERI Menanggis Seharusnya bisa lebih disiplin tuh...?! Aneh-aneh aja.?>?>? Terbukti atau tidaknya seseorang telah korup atau tidak, ya prosedurnya harus tepat dong.???
|
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/8 5:07 Dirubah: 2009/8/8 5:07 |
| |
 korupsi di pedesaan (urgent) saudara "N" di dusun pe er desa lingga mukti kec. sucinaraja kab. garut telah menggelapkan uang dari world bank untuk alokasi PAUD (pendidikan Anak Usia DIni). bukti yang dapat dipercaya adalah tidak ada transparansi pemasukan dan pengeluaran uang sehingga hak-hak yang menjadi peserta anak didik tidak terpenuhi. ketika diminta transparansi mengenai keuangan, beliau menjawab uang tersebut untuk wartawan celengan, uang untuk LSM, dan banyak lagi pengeluaran yang tidak masuk akal yang terpakai. sedangkan fasilitas untuk sekolah PAUD sendiri sangat memprihatikan! bulan2 awal PMT (pemberian makanan tambahan) bagi peserta didik memang diberikan sesuai hak nya, tapi 3 bulan terakhir PMT hanya menjadi angan2 anak2 peserta didik PAUD. belum lagi gaji guru2 yang beum terpenuhi selama 3 bulan! nama Indonesia akan tercemar kembali setelah bom kuningan apabila korupsi dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjutnya. mohon dengan sangat jika masalah ini jadi perhatian Anda. terima kasih 
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/8 7:25 Dirubah: 2009/8/8 7:25 |
| |
 Korupsi yang tidak bisa dihapus di BPN Bukittinggi-Agam Setiap berhubungan dengan BPN bukiittnggi-Agam, kita harus menyetorkan uang ke meja per meja, kalau tidak urusan kita tidak akan ditanggapi, bisa menunggu 3 bulan sampai 1 tahun. Coba bayangkan untuk pengukuran saja : diminta 1.5 juta dan pemcehan sertifikat juga diminta 1.5 juta. Pernah saya melayangkan surat ke |Kanwil di Padang, tetapi tidak ditanggapi. Dan kepala BPN beserta stafnya di Bukittingi-Agam tidak takut dan secara terbuka meminta duit kepada orang yang berurusan.
Tolonglah kami pak..... HAPUS KORUPSI di BPN BUKITTINGGI-AGAM
|
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/9/3 4:06 Dirubah: 2009/9/8 7:37 |
| |
 Re: Korupsi yang tidak bisa dihapus di BPN Bukittinggi-Agam bukan hanya di BPN bukit tinggi, di pangkalpinang khususnya daerah perluasan kota Air Itam Pangkalpinang pejabat BPN nya banyak dapat sogokan dari Pengusaha developer khususnya dari Welli Abdullah UNTUK PEMBUKAAN LAHAN SEHINGGA BANYAK PROSEDUR YANG DILEWATKAN MELALUI JALAN PINTAS DENGAN SOGOKAN, TIPS, IMBAL JASA..SERTA DEAL-DEAL YANG MENGUNTUNGKAN PIHAK YANG BERSANGKUTAN. sehiga banyak terjadi sertifikat tumpang tindih. tidak hanya pejabat BPN nya tapi aparat kelurahan dan kecamatan juga dapat tips sehingga kami rakyat yang sudah lama memiliki sertfikat kalah dengan mereka yang punya sertifikat tahun baru karena uang.. tolong tindak ....hidup KPK MAJU TERUS.. 
|
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/15 3:34 Dirubah: 2009/9/8 8:04 |
| |
 whyoe_whd@yahoo.co.id nama saya wahyu hidayat,saya wakil ketua icw langkat banyak sekali dugaan2 korupsi di kab.langkat sumatera utara,jika data ada kemana saya harus mengirimnya atau siapa yang bisa saya hubungi saya sangat ingin bekerjasama dengan kpk dalam memberantas korupsi kalau ada data-data pengerjaan proyek dak atau dau 2009 kami sangat ingin mengeceknya kelapangan untuk memudahkan pekerjaan kami,karna bapak2 yang ada dikpk sendiripun saya rasa sngt kesulitan mendapatkan data yang jelas dan akurat maka saya sangat berharap laporan2 tahunan dari pemkab langkat ataupun dinas-dinas, kpk dapat mengirimkannya kepada saya agar saya dapat mengeceknya kelapangan dan kalau ada fakta 2 korupsi akan terlihat jelas antara berkas yang dilaporkan daerah ama pusat dan kenyataan didaerah kalau berharap dari orang dalam saja saya rasa sangat berat pak maka dari itu saya sangat berharap kerja sama kpk. sebagai lembaga pemberantasan korupsi.koruptor musuh rakyat.salam
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/16 13:23 Dirubah: 2009/9/8 8:02 |
| |
 Jakarta airport immigration officers corruption I am a tourist from America to Indonesia and I have experienced corruption first hand. On Aug. 14. 2009 I took Lion Air to fly from Singapore to Jakarta. Around 16:10 our airplane arrived at Jakarta international airport. I got in line with other foreigners to get landing visa for one month stay in Indonesia. I paid 25 us dollars for a one month landing visa. Everything seems to be fine until the visa officer began to pick out problems with my passport. He said hey your passport's visa page is full so you can't enter Indonesia. I checked on my passport book and I saw a few blank pages in the back for amendment and endorsement so I said you can glue the visa to the blanks pages, it should not be a big problem. And then they started to scare me and said no you can't enter Indonesia because your visa pages are full. Then he hinted that the problem can be solved by paying him some "fees". I just pretended that I didn't understand what he was asking. Then he took me to another officer who asked for my return ticket and I have to show the ticket to him. I said my ticket was purchased online it is an e-ticket so I didn't carry it with me. Then he started to drag the process by asking other questions such as where do you want to go in Indonesia and where do you want to stay and why are you here....etc. Which all had nothing to do with the problems in hand. Eventually, I was handed over to the last officer in the office and after a long interview and questionings he found that I was not going to pay him whatsoever so he said he will let me go this time but not the next. Finally I thought I am free from Jakarta airport immigration officers harassment but I didn't realize that the thing is not over yet. When I proceed to the custom officer, he asked me why I stayed very long in the immigration office. I said nothing much just some questionings about my visa pages. Then he directly asked me " HOW MUCH YOU PAID?" I said what? I don't understand. Then he keep asking "HOW MUCH YOU PAID?" I showed him the 25 us dollar landing visa fees receipt and he told me " NO THIS IS NOT THE MONEY I AM ASKING? HOW MUCH YOU PAID TO THE OFFICERS INSIDE?" He wanted the money from me as well, so I told him to call the immigration office and asked the officer who released me about this. Then he called and found out that I didn't pay bribery money so he said ok you can go. If you paid him bribery then I want the money too but you didn't so you can go.
My conclusion is this: when you fly to another country, you expect to be treated nicely like a guest should be treated. If a tourist is not treated properly by the airport staff, would the tourist likes to come back again? And as the nation's capital it is very shameful for the capital airport staffs to take bribery from the foreign tourists. It is just a very bad thing to Indonesia's international images. I think Indonesia is a very beautiful country with lots of good people. But the Jakarta airport immigration office corruption behavior should be investigated as soon as possible.
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/27 4:24 Dirubah: 2009/9/8 7:45 |
| |
 APBD untuk Klub Sepakbola rawan korupsi mohon kepada kpk memperhatikan hal ini,, terlebih setelah keluarnya permendagri yg dengan tegas melarang apbd dipakai untuk membiayai klub sepakbola profesional (liga indonesia)
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/8/30 23:06 Dirubah: 2009/9/8 7:44 |
| |
 Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Alokasi Khusus (DAK) itu apaan sih? kok kagak jelas gitu ya? pernah saya di suruh oleh atasan saya membuat buku laporan triwulan DAK, tetapi isi laporan itu sepertinya segudang laporan palsu di atas kertas yang berisi keuangan DAK untuk ke daerah-daerah khusus kab/kota. Tolong di awasi lebih seksama tentang penggunaan DAK ini donk 
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/9/2 20:49 Dirubah: 2009/9/8 7:40 |
| |
 Uang Korupsi untuk THR
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/9/3 3:12 Dirubah: 2009/9/8 7:38 |
| |
 Mr 'S' Kalau korupsi dilakukan oleh pejabat swasta, apa bisa dilaporkan ke KPK juga?
|
|
|
| Pengirim |
Sambungan Pesan |
| |
Dikirim: 2009/9/3 9:18 Dirubah: 2009/9/7 14:43 |
| |
 mendukung KPK Saya mendukung kegiatan KPK, ditengah tengah badai yang menerpanya, apalagi dalam hal memberantas kasus korupsi dalam pengadaan alat kesehatan, jangan lupa pula selain alat pengadaan obat obatan yang ada di bumi indonesia juga syarat akan kolusi, mereka mengurangi atau menambah ingredient yang ada di dlm satu obat. hal ini sungguh sangat menyedihkan karena obat merupakan hal sangat vital bagi kesehatan manusia namun masih dapat dipermainkan.
|
|
|
|
Edito is developed by The WolFactory (http://www.wolfpackclan.com/wolfactory), a Xoops division of the Wolf Pack Clan (http://www.wolfpackclan.com)
|
Pengadaan
Publikasi
|