Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

KPK Rekonstruksi Transaksi Suap Hidayat

img4b38df8731ba9img4b38df8731ba9KOMISI Pemberantasan Korupsi menurunkan tim penyidiknya ke Medan, Sumatera Utara, Jumat (7/6) untuk melakukan rekonstruksi transaksi suap kepada Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara.

"Sejak jam 10 siang tadi, tim penyidik melakukan rekonstruksi kasus Bupati Mandailing Natal," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, saat ditemui di kantornya, Jumat (7/6).

Rekonstruksi dilakukan di Bank BRI cabang Putri Hijau, Medan. Penyidik KPK juga menggelar rekontruksi di kantor Surung Panjaitan di Jalan Bima Sakti, Medan.

Surung Panjaitan telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Selain rekonstruksi, tim penyidik KPK juga memeriksa sejumlah saksi. Para saksi yakni beberapa anak buah tersangka Surung.

Rusli Diperiksa Soal Hutan

img4b468b6139b96img4b468b6139b96Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Gubernur Riau Rusli Zainal pada Jumat (7/6). Kali ini, Rusli diperiksa terkait kasus dugaan korupsi kehutanan di Kabupaten Pelalawan dan Siak pada 2006.

"Untuk RZ (Rusli Zainal) penyidik menjadwalkan pemeriksaan pada Jumat, 7 Juni 2013. Bukan untuk kasus PON, tapi untuk kasus kehutanan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP ketika dihubungi Antara kemarin.

Jadwal pemeriksaan kedua kalinya untuk Rusli Zainal ini diagendakan tepat pukul 10.00 WIB di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Johan Budi mengatakan, ditahan atau tidaknya Rusli akan bergantung pada hasil pemeriksaan penyidik.

Fahd Akui Pimpin Jaringan ‘Santri’

img4c984c53445a8img4c984c53445a8Fahd El Fouz mengungkapkan sejumlah nama yang menjadi simpul jaringannya dalam “menggarap” proyek-proyek di Kementerian Agama, termasuk pengadaan Al-Quran. Pengakuan Fahd ini dibeberkan ketika ia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi antara Juli dan September 2012. Dalam kasus ini, Fahd masih saksi.

Ketika diperiksa KPK pada 12 Juli 2012, Fahd mengaku diminta Zulkamaen Djabar membantu menjadi calo proyek pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama tahun 2011 dengan nilai proyek Rp 22 miliar. Proyek ini akan diberikan ke perusahaan rekanan Zulkarnaen. Fahd mengenal Zulkamaen karena sama-sama pengurus di Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), sayap organisasi Golkar. “Sejak itu, saya menjadi calo di Kementerian Agama,” katanya kepada KPK ketika itu.

Dunia Usaha Bisa Cegah Korupsi

img4b3bfe63a83efimg4b3bfe63a83efPelaku bisnis bisa berpartisipasi dalam pencegahan tindak korupsi semisal suap. Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto mengatakan, pengusaha lebih baik merugi dibandingkan harus menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Bibit, pengusaha harus memperhatikan etika dirinya dan perusahaan dengan menghindari hal-hal yang bisa merusak reputasi, misalnya, penyuapan. "Karena, reputasi akan terbentuk dalam jangka panjang. Ini merupakan aset perusahaan yang tidak ternilai," ujar Bibit dalam seminar "Integrating CSR: An Effective Business Strategy" di Jakarta, Selasa (4/6).

Hari Ini KPK Temui Timwas Bank Century

img4bd5094f440e5img4bd5094f440e5Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memenuhi panggilan tim pengawas (Timwas) penyelesaian kasus kucuran dana talangan ke Bank Century DPR. Pertemuan ini akan digelar Rabu (5/6).

Juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo Selasa (4/6) menjelaskan, KPK akan memenuhi undangan Timwas DPR setelah mereka mengubah agenda pertemuan. "Nah undangan ketiga KPK diminta menyampaikan progres report penanganan kasus Century, makanya kami hadir," imbuhnya.

Sekadar tahu, awalnya KPK menolak menghadiri undangan Tim pada 22 Mei silam. Saat itu mereka menyebutkan ingin mempertemukan pimpinan KPK dengan sejumlah pejabat Bank Indonesia yang tersangkut dalam kasus ini.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.