Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

CATATAN DARI Pekan Anti-Korupsi 2013

img4b26fb2f9879fimg4b26fb2f9879fBerbagai kegiatan digelar mulai dari lelang barang gratifikasi sampai pojok dongeng anti-korupsi. "Berantas korupsi mulai dari yang paling kecil, yakni berkata jujur,” demikian kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Senin (9/11). Ia membuka acara bertajuk Pekan Anti Korupsi 2013 yang digelar pada 9-11 Desember 2013. KPK sengaja menghelat acara ini berbarengan dengan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember. Bertempat di Istora Senayan, Jakarta, ajang ini berusaha mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi korupsi.

Mereka pun mengemas rangkaian acara sedemikian rupa agar tak menjadi ajang yang terlalu serius dan membosankan. Mulai dari panggung musik anti-korupsi sampai pameran dan lelang barang-barang gratifikasi. Berbagai instansi pemerintah juga mengisi booth yang memamerkan langkah yang sudah dan akan mereka lakukan untuk memberantas kejahatan korupsi.

Di deretan barang-barang yang dipamerkan, mereka memajang baju tahanan KPK yang diberi catatan kecil di sisinya, “Dilihat boleh dipakai jangan.” Bas pemberian basis Metallica Robert Trujillo untuk Gubernur DKI Joko Widodo ikut dipajang di sana.

Mantan Walikota Bandung Segera Menjalani Sidang

baju tahanan belakangbaju tahanan belakangJAKARTA. Mantan Walikota Bandung, Dada Rosada dalam waktu dekat akan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sebab, berkas tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara bantuan sosial di Pengadilan Negeri Bandung tersebut sudah dinyatakan lengkap atau masuk P21.

Dada sudah menandatangani hasil pemeriksaan, Kamis (12/12). Selanjutnya, tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan atas nama Dada. Setelah itu baru Jaksa KPK akan melimpahkannya ke pengadilan. Sejauh ini belum ada informasi yang pasti persidangan bakal digelar di Pengadilan Tipikor Bandung atau Jakarta.

Bangun Sinergi Penegakan Hukum, Kapolri Sambangi KPK

img4dd5d89a28ebdimg4dd5d89a28ebdJAKARTA - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam melakukan pertemuan untuk membangun sinergi dalam rangka penegakan hukum pemberantasan korupsi. Kemarin, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Kabareskrim Polri Irjen Pol Suhardi Alius, Irwasum Polri Irjen Pol Anton Bachrul dan jajaran Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Tipikor Polri mendatangi Gedung KPK.

Sayangnya, kedatangan Kapolri seakan sengaja disembunyikan. Mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak terlihat sama sekali. Yang terlihat hanya kedatangan Kepala Bareskrim Polri Irjen PolSuhardiAlius. Juru Bicara KPK Johan Budi SP membenarkan bahwa Kapolri, Kabareskrim, dan Irwaswn sudah berada di Lantai III Gedung KPK, ruangan para pimpinan KPK.

"Sudah pulang tadi sekitar pukul 15.00 WIB,"ungkap Johan saat dimintai konfirmasi KORANSINDO kemarin. Johan mengatakan, lima pimpinan KPK langsung menemui Kapolri dan jajarannya. Menurut dia, kedatangan Kapolri ke KPK bukan untuk berkoordinasi. Sebagai kapolri baru, lanjutnya, Sutarman hanya ingin berkenalan dengan pimpinan KPK.

Penyidik Sita Dua Rumah Akil

img4c22d465c751bimg4c22d465c751bJAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua rumah terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang dilakukan mantan Ketua Mahkamah Kon-titusi (MK), Akil Mochtar, dalam pengurusan perkara sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada). Kedua rumah tersebut berada di Jakarta dan Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Juru Bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Rabu (11/12). Menurut dia, salah satu rumah yang berada di Desa Karang Duhur, Kecamatan Petahanan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, beratasnamakan orang dekat Akil, Mochtar Effendi.

Pejabat Cenderung Menjadi Tamak

img4b38df8731ba9img4b38df8731ba9Saat ini pejabat cenderung ingin mengumpulkan harta dan menjadi tamak karena pengaruh gaya hidup hedonisme. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus membangun sistem yang mampu menempatkan orang yang jujur dan baik menjadi pemimpin atau menduduki jabatan strategis.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dalam diskusi bertema "Jujur Itu Mutlak", yang diselenggarakan KPK dan Stan Kompas dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, di Jakarta, Rabu (11/12).

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.