Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Wakil Menteri Agama Diperiksa Sembilan Jam

img4dd5d89a28ebdJAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laboratorium Madrasah Tsanawiyah 2011 dan pengadaan Al Quran 2011-2012 di Kementerian Agama (Kemenag).

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, Nassarudin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Urusan Agama Islam di Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ahmad Jauhari. “Hari ini (kemarin) ada pemeriksaan atas nama Nasruddin umar, Wakil Menteri Agama untuk tersangka AJ,” kata Johan di kantornya, Jumat (14/6).

Sementara itu, Nasaruddin yang diperiksa selama sekitar sembilan jam tersebut tidak mau berkomentar banyak soal pemeriksaannya. Dia justru terkesan menghindari wartawan dengan sibuk menelepon.

KPK Periksa Djohar Arifin Terkait Kasus Hambalang

img501752667a8cdJAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Djohar diperiksa sebagai saksi untuk tiga tersangka, yakni Deddy Kusdinar, Andi Mallarangeng, dan Teuku Bagus Muhammad Noor. "Hari ini ada pemeriksaan atas nama Djohar Arifi n berkaitan dengan penyidikan kasus Hambalang untuk tiga tersangka, DK, AAM, dan TBM," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Jumat (14/6).

Rumah Atas Nama Istri Ketiga Djoko

joko susiloJakarta - Dugaan pencucian uang yang dilakukan Inspektur Jenderal Djoko Susilo mulai diusut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (14/6). Dalam beberapa sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi fokus pada pembuktian tindak pidana korupsi dalam pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas Polri.

Terungkap, dalam membeli sebidang tanah dan bangunannya di Semarang, Djoko Susilo mengatasnamakan istri ketiganya, Dipta Anindita. Pengakuan itu disampaikan saksi Mariati Hurip, notaris yang mengurus akta jual-beli waktu itu.

Menurut Mariati, 12 Maret 2012, ia mengurus berkas akta jual-beli tanah yang akan diatasnamakan Dipta Anindita. ”Saya bawa berkas yang sudah disiapkan dan bertemu dengan beliau, Dipta Anindita,” katanya.

KPK Cegah Potensi Penyelewengan Gas untuk Pupuk

img4b38df8731ba9JAKARTA – Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menuturkan, pemerintah akan berkonsolidasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna melakukan pencegahan potensi penyelewengan yang mungkin timbul dari pengadaan pasokan gas untuk pupuk.

“KPK sedang menyiapkan satu konsep dimana penekanannya lebih kepada pencegahan. Jadi, saya kira ini bagian pertama KPK untuk memahami kebijakan-kebijakan,” ujar Kuntoro usai rakor pasokan gas untuk pupuk di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut Kuntoro, penyimpangan tersebut biasanya berasal dari level bawah dan berawal dari penyalahgunaan kebijakan. Untuk itu, menurut dua, KPK nantinya berupaya mencegah potensi penyimpangan- penyimpangan tersebut. Pemerintah pun, menurut dia, akan mendukung upaya KPK untuk melihat duduk persoalannya.

“Kami belum melihat duduk persoalannya. Tapi yang paling penting adalah pemahaman mengenai kebijakan antara pupuk dan gas, konsistensi penerapan kebijakan, dan penerjemahannya ke dalam,” jelas dia.

Arya & Juard Dituntut 4,5 Tahun Penjara

img4b959fc8f0fd1Dua direktur PT Indoguna Utama dituntut 4 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan penjara karena melakukan sesuatu yang dianggap menyuap Rp 1,3 miliar kepada Lufhfi Hasan Ishaaq selaku anggota Komisi I DPR dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Masing-masing tersangka mehanggapi tuntutan itu secara berbeda, Arya Abdi Effendi tampak tetap tenang, sedangkan Juard Effendi menangis.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.