Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

KPK Mendalami Pemberian Mobil di Banten

JB Kecil AJB Kecil AJAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi sigap menyita sebuah mobil Honda CR-V berwarna hitam, yang dikembalikan anggota DPRD Banten Media Warman. Ini terkait pendalaman pemberian mobil oleh Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Banten.

Jura Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pekan lalu Media mengembalikan sebuah mobil Honda CR-V berwarna hitam. "Mobil itu sudah disita KPK," kata Johan, Senin (10/2/2014).

KPK memeriksa tiga orang anggota DPRD Banten yang diduga menerima pemberian mobil dari Wawan, yaitu Media Warman dari Fraksi Partai Demokrat, Sonny Indra Djaya (Fraksi Demokrat), dan Thoni Fathoni Mukson (Fraksi Kebangkitan Bangsa). Sebelumnya, Jumat (7/2/2014), KPK telah memeriksa anggota DPRD Eddy Yus Amirsyah dari Fraksi Partai Demokrat.

Bahaya Revisi KUHAP dan KUHP

RUUKUHAP KecilRUUKUHAP KecilTIDAK hanya Rancangan Undang-Undang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP), RUU Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) yang saat ini dibahas DPR juga dipandang bermasalah. Jika dibiarkan, KUHAP dan KUHP nantinya berpeluang melemahkan upaya memberantas korupsi.

Pengamat dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar berpandangan, penting sekali untuk mempertanyakan dasar pertimbangan dari penghapusan unsur penyelidikan dalam RUU KUHAP. Jika alasannya hanya efisiensi biaya, baginya itu tidak masuk akal.

Sebaliknya dengan menghilangkan penyelidikan, harga yang harus ditanggung justru lebih besar karena tanpa tahap tersebut, banyak koruptor bisa lolos dari jera tan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi.

Komitmen Antikorupsi Parpol Diragukan

img4f3c74b13f4abimg4f3c74b13f4abJAKARTA - Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 diharapkan membawa kemajuan bagi pemberantasan korupsi di Tanah Air. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang pesimistis terhadap komitmen partai politik (parpol) peserta Pemitu 20U dalam pemberantasan korupsi.

"Belum ada satu pun parpol yang secara tegas mendeklarasikan partainya punya program yang komprehensif dalam pemberantasan korupsi," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam pesan singkat kepada Republika, Ahad (9/2).

Tokoh yang kerap disapa BW ini menjelaskan, salah satu isu pokok permasalahan di Indonesia adalah kemiskinan dan pemiskinan. Sedangkan, salah satu penyebab dari terjadinya kemiskinan karena maraknya korupsi di berbagai daerah.

KPK Usut Politisi Banten Penerima Mobil Wawan

img4b468b6139b96img4b468b6139b96JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sedang mengusut dugaan penerimaan mobil-mobil oleh sejumlah anggota DPRD Provinsi Banten yang diberikan suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Tb Chaeri Wardhana alias Wawan.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, KPK masih terus menelusuri aset-aset yang diduga milik Wawan setelah menyita 25 mobil dan satu motor Harley Davidson beberapa hari lalu. Penyidik pun sudah menerima informasi bahwa ada mobil-mobil yang dimiliki Wawan diberikan ke anggota DPRD Provinsi Banten. "Tentu kalau ada (pemberian mobil) dari TCW ke anggota DPRD Banten, periyidik akan mengusut lebih lanjut. Artinya harus dipastikan dulu konteksnya apa," tandas Johan saat dihubungi KORAN SlNDO kemarin.

Pada Kamis (6/2), ujarnya, penyidik sudah memeriksa anggota Komisi V Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Banten Eddi Yus Amirsyah sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Wawan. Yang bersangkutan bisa saja diperiksa terkait mobil atau soal dugaan aliran uang dari Wawan. Apalagi kata Johan, penyidik sudah menerima laporan hasil analisis (LHA) transaksi mencurigakan milik Wawan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Mencurigakan (PPATK).

KPK Jemput Kasir Atut

img4b38df8731ba9img4b38df8731ba9JAKARTA, KOMPAS —  Komisi Pemberantasan Korupsi menjemput paksa Siti Halimah, salah seorang yang diduga merupakan kasir atau pemegang catatan aliran keluar-masuk uang Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan Siti bersembunyi di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat, dan langsung menjemput paksa untuk diperiksa sebagai saksi, Jumat (7/2) pagi.

Dengan dikawal penyidik, Siti datang ke Gedung KPK sekitar pukul 11.50. Dia diperiksa hingga pukul 20.00. Informasi yang diperoleh Kompas, Siti adalah salah satu saksi kunci dalam kasus dugaan korupsi di Banten. Siti diduga merupakan salah seorang yang memegang catatan aliran keluar-masuk uang ke Atut. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.