Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Diah Soemedi bukan Korban Pemerasan

img4b468b3eb7f47img4b468b3eb7f47DIREKTUR Utama PT The Master Steel Manufactory Diah Soemedi bukanlah korban pemerasan pegawai pajak Eko Darmayanto dan Mohammad Dian Irwan Nuqisra. Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi Iskandar Marwanto menyebutkan Diah ialah pemberi suap. “Bukan korban pemerasan, melainkan pemberi suap terhadap dua orang pegawai pajak,” kata Iskandar dalam pembacaan replik atau tanggapan atas pledoi terdakwa Diah Soemedi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dalam sidang lanjutan perkara pajak PT The Master Steel, kemarin.

Menurut Iskandar, Diah memang mempunyai niat untuk memberikan imbalan kepada dua penyidik pajak yang tengah mengurusi kasus penunggakan pajak PT The Master Steel. Dirut PT The Master Steel tersebut meminta penyidik pegawai negeri sipil perpajakan, yakni Eko Darmayanto dan Mohammad Dian Irwan Nuqisra, membantu agar penyidikan atas dirinya dihentikan. Terdakwa, lanjut Iskandar, juga menjanjikan memberikan imbalan kepada kedua penyidik itu.

KPU-KPK Sepakat Ciptakan Pemilu Bersih dari Korupsi

abrahamam samad jas itemabrahamam samad jas itemJAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam mewujudkan pelaksanaan Pemilu 2014 yang bersih, bebas, jujur, dan adil. “Kami sangat berkeinginan menciptakan penyelenggaraan pemilu bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme dan KPU telah memasuki zona antikorupsi. Jangankan di toilet, berhenti di tempat pemungutan suara pun jangan sampai ada suap,” tegas Ketua KPU Husni Kamil Manik usai penandatanganan nota kesepahaman antara KPU dengan sejumlah lembaga dengan di Jakarta, Selasa (24/9).

KPU menandatangani nota kesepahaman atau dengan sejumlah lembaga untuk menunjang pelaksanaan pemilihan umum. Lembaga-lembaga tersebut adalah, Ikatan akuntan Insdonesia (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), dan KPK.

Eksepsi Budi Susanto Ditolak

img4b4439168d500img4b4439168d500JAKSA pada Komisi Pemberantasan Korupsi meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi dari terdakwa Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto. “Kami memohon kepada majelis hakim untuk menolak eksepsi dan melanjutkan pemeriksaan perkara,” kata Medi Iskandar Zulkarnain, jaksa pada KPK, ketika membacakan tanggapan atas eksepsi terdakwa Budi Susanto dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan simulator uji klinis pengemudi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) pada 2011, Jdi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin.

Jaksa menyebutkan penasihat hukum terdakwa terlalu kaku dalam eksepsi yang disampaikan. Pada persidangan itu, jaksa menanggapi eksepsi penasihat hukum yang menyatakan dakwaan terhadap Budi Susanto telah memperkaya diri sendiri dan orang lain kabur.

Kasus Suap MA Segera Disidang

img4b468ba2b64a9img4b468ba2b64a9JAKARTA Tersangka perkara suap dalam pengurusan kasasi pidana penipuan Hutomo Wijaya Ongowarsito, masing-masing Djodi Supratman dan Mario Carnelio Bernardo, segera disidangkan. "Sejak kemarin, kasus dugaan suap dalam pengurusan kasasi MA dengan tersangka DS (Djodi Supratman) dan MCB (Mario Carnelio Bernardo) masuk tahap dua, baik untuk tersangka DS maupun MCB. Dalam 14 hari kerja, berkas akan diserahkan ke pengadilan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin. Dalam kesempatan terpisah, Djodi mengakui penyelesaian berkasnya di KPK.

Saksi-saksi Ungkap Indikasi Pencucian Uang Fathanah

baju tahanan belakangbaju tahanan belakangJAKARTA — Para saksi yang dihadirkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kemarin mengungkapkan serangkaian indikasi pencucian uang yang dilakukan oleh Ahmad Fathanah. Salah satunya adalah aliran dana senilai ratusan juta rupiah kepada seorang pramugari bernama Surtini Gulyanti. “Surtini adalah mantan istri terdakwa,” kata saksi yang juga teman Fathanah, Ahmad Maulana.

Dalam surat dakwaan jaksa disebutkan bahwa Fathanah menikah empat kali. Ia pertama kali memperistri Siti Fatimah pada 1993 dan bercerai pada 1999. Fathanah kemudian menikahi Dewi Kirana pada 1999-2006. Dua tahun kemudian, Fathanah menikah dengan Surtini Gulyanti. Terakhir, ia memperistri penyanyi dangdut Sefti Sanustika pada Desember 2011.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.