Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Romi-Masyitoh Segera Disidang

Berkas pemeriksaan kasus yang menjerat Wali Kota Palembang nonaktif Romi Herton dan Istrinya Masyitoh, dinyatakan lengkap atau P21 oleh Komis Pemberantasan Korupsi, Selasa (4/11). Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Palembang dan memberikan keterangan palsu.

"lya, tahap 2," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

KPK Panggil Dua Mantan Anggota DPR

JAKARTA (Suara Karya): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan kembali penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan wisma atlet di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Dua mantan anggota DPR RI, I Wayan Roster dan Angelina Pingkan Sondakh, mendapat giliran dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas perkara tersangka kasus Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan yang saat itu menjabat Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Rizal Abdullah.

WK Mark Up Rp40 Juta Jadi Rp1 Miliar

Maun Yambat, saksi dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana di Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengakui Waryono Karno melakukan markup besarbesaran. Hal itu baru diketahuinya saat ia diperiksa.

Menurut Maun, Waryono pernah mark up anggaran dari Rp40 juta menjadi lebih dari Rp1 miliar. Hal itu terjadi, saat Maun menjadi pengurus di Lembaga Advokasi Kajian Stategis Indonesia (LAKSI) yang mengajukan proposal kegiatan sosialisasi energi tahun 2012.

Sepatutnya Jadi Partner KPK

JAKARTA, KOMPAS - Presiden Joko Widodo diminta memilih jaksa agung yang mampu menjadi partner sepadan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pemberantasan korupsi. Keberadaan jaksa agung sebagai partner KPK akan menghapus rivalitas antara KPK dan Kejaksaan-Kepolisian.

Ahli hukum tata negara Refly Harun mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (3/11). Menurut dia, rivalitas KPK dengan Kepolisian dan Kejaksaan adalah problem aktual penegakan hukum nasional saat ini.

KPK Panggil Direktur Keuangan Sentul City

JAKARTA—Direktur Keuangan PT Sentul City, Fransetya Hasudungan Hutabarat, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap alih fungsi lahan hutan di Bogor yang dipakai untuk pembangunan kawasan perumahan elite terpadu.

Fransetya, Senin (3/11), diperiksa sebagai saksi untuk Komisaris PT Bukit Jonggol Asri Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias Sweeteng yang berstatus tersangka. Selain itu, KPK memanggil seorang karyawan bernama Suwito, juga untuk tersangka Kwee Cahyadi Kumala. "Keduanya periksa sebagai saksi untuk tersangka KCK," tutur Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Senin.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.