Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Abraham Samad: Korupsi Perlu Dicegah Sejak Dini

img4f387afb0b3edimg4f387afb0b3edMAKASSAR — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menjadi pembicara dalam sosialisasi antikorupsi pada penyambutan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin di Baruga A.P. Pettarani, Sabtu lalu. Dalam sambutannya, Abraham mengatakan korupsi perlu dicegah sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Penting untuk diketahui bahwa korupsi adalah kejahatan yang melecehkan kemanusiaan,” kata Abraham. Sosialisasi antikorupsi itu merupakan kegiatan kerja sama antara Universitas Hasanuddin, KPK, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan.

Masih Menunggu Laporan Perhitungan Kerugian Negara

img501752667a8cdimg501752667a8cdKilatan lampu kamera tak juga berhenti meski Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi meminta para pewarta foto memberikan kesempatan rekan mereka, juru kamera, untuk juga mengabadikan momen ketika Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo menyerahkan dokumen audit investigasi proyek Hambalang jilid II kepada Ketua KPK Abraham Samad. Adegan Abraham dengan Hadi bersalaman sambil menunjukkan dokumen audit yang masih disegel pun terpaksa diulang.


Antusiasme wartawan saat itu memang tinggi karena awalnya mereka beranggapan BPK menyerahkan apa yang selama ini ditunggu-tunggu, laporan perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Hadi pun tampak memahami keinginan wartawan. Lebih-lebih, dalam beberapa waktu terakhir, BPK seolah menjadi bulan-bulanan pemberitaan soal kasus korupsi Hambalang.

Polresta Medan Amankan Anggota KPK Gadungan

img4c984c17e4b05img4c984c17e4b05KEPOLISIAN Resor Kota Medan mengamankan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi gadungan yang berupaya menipu dan memeras masyarakat di Perumahan Locasty Paradise, Kecamatan Medan Sunggal. Dalam paparan di Mapolresta Medan, jumat (23/8), Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan berinisial SG yang dibantu dua temannya, yakni SD, warga Kota Medan dan MS, warga Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.

Kapolresta menjelaskan, penipuan dan pemerasan yang dilakukan anggota KPK gadungan dan dua temannya tersebut dilakukan dengan cara mendatangi warga yang sedang membangun rumah di Kompleks Perumahim Locasty Paradise, Kecamatan Medan Sunggal.

Titik Terang Intrik Daging Impor

img4f41b9761881aimg4f41b9761881aNama Elda Devianne Adiningrat, Komisaris PT Radina, menggema dan setengah misterius di tengah pusaran kasus dugaan suap pengajuan kuota impor daging. Disatukan dengan Ahmad Fathanah, keduanya menjelma jadi makelar yang lobi-lobinya digambarkan mampu menembus level menteri.

Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango, yang menyidangkan terdakwa Ahmad Fathanah, tak bisa menutupi persepsinya terhadap sosok Elda. Di bayangan Nawawi, Elda adalah sosok kuat, cerdas, lincah, dan lihai.
Namun, Kamis (22/8), Elda menuju kursi saksi dengan begitu lemahnya. Elda dipapah beberapa petugas. Elda terbata-bata bicara, kurang jelas, gugup, dan tampak ringkih.

KPK Telusuri Temuan Audit Tahap Dua

img501752667a8cdimg501752667a8cdJAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji menelusuri sejumlah nama yang disebut dalam Laporan Investigasi Tahap II Hambalang dari Badan Pemeriksa Keuangan. “Kalau ada info baru tentang keterlibatan pihak lain, tentu akan ditindaklanjuti KPK,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, kemarin.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan lembaganya masih menunggu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan hasil audit tersebut ke KPK. Jika memang materinya tentang pemeriksaan orang-orang yang sedang diperiksa KPK, menurut Bambang, audit itu sangat dibutuhkan lembaganya. “Termasuk besarnya kerugian negara sangat ditunggu KPK,” kata Bambang kepada Tempo kemarin.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.