Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

KPK Sita Mazda CX9 Terkait Akil Mochtar

img4b468ba2b64a9img4b468ba2b64a9Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita mobil Mazda CX9 terkait kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tersangka mantan Ketua MK Akil Mochtar. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantor KPK, Rabu (20/11).

“Memang benar ada penyitaan terkait kasus AM,” kata Johan. Johan mengaku belum mendapatkan informasi soal kepemilikan mobil bernomor polisi BG 1330 Z. Johan mengatakan akan menanyakan hal tersebut kepada penyidik. Berdasarkan nomor polisi, mobil tersebut terdaftar di Palembang. Johan masih belum memperoleh data mendetail apakah mobil berasal dari pihak yang berperkara sengketa pilkada di Palembang. Dalam menyidik kasus ini, KPK sudah menggeledah sejumlah lokasi.

KPK Gelar Silaturahmi dengan Pimpinan Media

img4dd5d89a28ebdimg4dd5d89a28ebdJAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar silaturahim dengan sejumlah pimpinan redaksi media massa, baik media cetak, elektronik, maupun online. Pertemuan yang bertajuk Editor’s Meeting tersebut selain dalam rangka silaturahmi, juga dimaksudkan untuk menjelaskan program-program KPK kedepannya. “Tahun ini, tepatnya Desember nanti, usia KPK sudah menginjak 10 tahun.

Mario Akui Beri Uang Pegawai MA

img4b4439168d500img4b4439168d500MARIO Cornelio Bernardo, pengacara yang tergabung dalam Hotma Sitompoel & Associates, mengaku memberikan uang kepada Djodi Supratman, pegawai negeri sipil pada Mahkamah Agung RI. “(Saya) memerintahkan Deden memberikan uang kepada Djodi,“ kata Mario, saat menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa kasus suap MA, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin. Menurut Mario, uang tersebut diserahkan kepada Djodi melalui Deden, kurir di Kantor Hotma Sitompoel & Associates, dalam beberapa tahap, yakni pada 8 Juli sebesar Rp50 juta, 24 Juli (Rp 50 juta), dan pada 25 Juli (Rp50 juta).

KPK Panggil Ulang Petinggi Kernel

img4b38df8731ba9img4b38df8731ba9JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil ulang Komisaris Utama PT Kernel Oil Pte Ltd Widodo Ratanachaitong terkait kasus dugaan korupsi di SKK Migas karena surat panggilan yang dikirim oleh KPK ke Singapura ternyata salah alamat. "Dia tidak hadir karena suratnya kembali ke KPK," kata Juru Bicara Johan Budi, di Gedung KPK, Jakarta, Senin. Widodo merupakan petinggi dari empat perusahaan di Indonesia yakni Fossus Energy Ltd, Kernel Oil Pte Ltd, Fortek Thailand Co. Ltd dan World Petroleum Energy Pte Ltd yang berasal dari Singapura.

Johan mengatakan KPK segera memanggil kembali Widodo yang diduga terlibat kuat dalam perkara dugaan korupsi di SKK Migas. "Akan dipanggil lagi tetapi tentu alamatnya pasti beda," ujar Johan. Johan juga tidak menampik apabila ada upaya dari KPK untuk melakukan pemeriksaan di Singapura. Widodo merupakan atasan dari Manajer Operasional dan Komisaris PT Kernel Oil Pte Limited (KOPL) Indonesia Simon Gunawan Tanjaya yang kini sudah menjadi terdakwa.

Kriteria Calon Presiden Ala Ketua KPK

img4c984c53445a8img4c984c53445a8Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad ternyata sudah mengantongi kriteria calon presiden di Pemilu 2014 mendatang. Dirinya tidak begitu tertarik dengan calon presiden yang memiliki otak encer. “Masyarakat kita akan memasuki pemilu, harus ada pemimpin yang jujur, sederhana dan berani,” kata Abraham saat menjadi pembicara peluncuran buku dan diskusi buku bertema Hoegeng ‘Polisi dan Menteri Teladan’di Jakarta, Minggu (17/11).

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.