Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Terus Usut Dugaan Korupsi di BP Migas

img4ebceee35e041img4ebceee35e041JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengatakan lembaganya tetap mengusut dugaan kasus korupsi di Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), meski lembaga ini sudah dibubarkan pada 13 November lalu.

"Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kami akan menindaklanjuti dugaan korupsi itu, mengingat besarnya kekayaan negara yang dikelola untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kesejahteraan pejabat," kata Busyro kepada Tempo tadi malam.

Namun Busyro menolak memerinci status kasusnya. "Belum selesai dan belum bisa dipublikasikan," ujarnya.

Sebelumnya, pada Juli lalu, Busyro menyebutkan KPK menemukan sekitar 20 dugaan penyimpangan yang terus berulang di BP Migas. Tahun lalu ada pula temuan pengelolaan dana Rp 152,4 triliun yang tidak sesuai. Temuan itu telah disampaikan KPK kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan, Bahrullah Akbar, sebelumnya juga menyatakan terjadi inefisiensi di BP Migas. Hasil pemeriksaan BPK pada 2005-2010 mencatat, negara merugi US$ 1,7 miliar atau Rp 16,1 triliun akibat manipulasi perhitungan oleh kontraktor. "Itu akumulasi," katanya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Legawa, mengaku belum ada pembicaraan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan kementeriannya tentang pengusutan korupsi di BP Migas. "Belum ada," ujar Evita kepada Tempo.

Namun juru bicara ex-BP Migas, Hadi Prasetyo, mendukung upaya KPK mengusut dugaan korupsi di BP Migas. Hadi juga meminta masyarakat tak mencap satu organisasi terlibat korupsi hanya karena ada oknum yang terindikasi korupsi. "Masak, satu oknum berbuat cela lantas semuanya jelek," katanya.

Selama ini, kata dia, BP Migas juga bersikap tegas terhadap oknum internal yang korup. "Ada yang sampai dia turun jabatan, dan itu bukan di level staf," ucap Hadi. "Kalau ada kontraktor kontrak kerja sama diganggu, datang ke kami. Jangan lempar batu sembunyi tangan.

Sumber : Koran Tempo, 17 November 2012

Add comment

Security code
Refresh

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.