Komisi Pemberantasan Korupsi

Wawan Dijerat Pasal TPPU

kpk usutkpk usut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana dengan tindak pidana pencucian uang.

KPK sudah menetapkan Wawan panggilan Tubagus sebagai tersangka dalam kasus suap sengketa pemilu kada Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi dan tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Banten.

"TCW diduga melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. TCW juga diduga melanggar Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang TPPU jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/1).

Menurut Johan, Wawan ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan penelusuran aset. Selain itu, KPK juga sudah memiliki data laporan hasil analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai dugaan transaksi mencurigakan yang dilakukan Wawan.

"TCW diduga melakukan pencucian uang dalam hubungan dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menitipkan, dan mengubah bentuk kekayaannya yang patut diduga merupakan dari hasil tindak pidana korupsi," jelas Johan.

Soal mobil mewah yang dimiliki suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu, KPK belum menyita.

Karenanya, sepanjang belum disita, aset bersangkutan bisa diperjualbelikan. Namun, ujar Johan, proses jual beli pasti memiliki data dan informasi sehingga masih bisa ditelusuri.

Sementara itu, Airin Rachmi Diany mengisyaratkan ikhlas suaminya dijerat pasal TPPU. Airin menyebut hal itu merupakan cobaan dari Tuhan.

"Pada intinya jabatan, harta, ujian, dan cobaan, semua dari Allah SWT. Semua milik Allah SWT dan saya yakin dan terus meminta kepada Allah SWT," kata Airin seusai menjenguk Wawan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta, kemarin.

Soal penetapan berbagai status tersangka terhadap Wawan, Airin menyerahkan semuanya sesuai proses hukum bentuk benda dan bangunan.

Hal itulah yang menurut Uday merupakan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Wawan.

Uday mengungkapkan Wawan saat ini tengah membangun hotel di Bali serta perumahan yang terletak di samping Kantor Polda Banten. Selain itu, Wawan juga memiliki tempat hiburan yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

"Bukan itu saja, Wawan juga mencuci uangnya dengan memiliki dua buah batching plant atau tempat pengolahan semen dan aspal di Pal 6 Baros Serang dan Kadujawer Labuan, Pandeglang," ungkap Uday.

Selain itu, penanganan beberapa kasus terkait korupsi yang dilakukan keluarga Atut dan ditangani Polda dan Kejaksaan Banten hingga kini tidak jelas.

Misalnya pada kasus tentang pengadaan lahan Samsat Sepatan, Tangerang, senilai Rp1,4 miliar yang ditangani Kejaksaan Tinggi Banten, ternyata telah keluar SP3 (surat penghentian penyidikan perkara).

Padahal, menurut Uday, proses hukumnya di kepolisian telah memeriksa 25 saksi. Tercatat, delapan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Wawan di Kejaksaan Tinggi Banten tidak jelas hingga kini.

Polda Banten menangani empat kasus. Salah satunya pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Banten senilai Rp44 miliar yang saat ini juga tidak jelas. (SU/P-4)

 

Sumber: Media Indonesia, 15 Januari 2014


Informasi dan Pengetahuan Terkait:

 

Add comment

Security code
Refresh

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.