Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Dalami Proses Tender

baju tahanan belakangbaju tahanan belakangJAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami proses tender untuk mengungkap kasus dugaan suap pengelolaan kegiatan hulu migas di lingkungan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, pemeriksaan belasan pegawai/pejabat SKK Migas beberapa waktu lalu merupakan pengembangan penyidikan kasus suap ini. Termasuk, proses tender SKK Migas juga menjadi perhatian lembaga antikorupsi tersebut. “Tidak sekadar tendernya yang kita dalami, tapi hal-hal yang menyangkut dugaan suap. Ke mana arahnya, tentu ke tersangka yang di kasus SKK Migas,” kata Johan saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Menurut Johan, pihaknya masih melakukan analisa mendalam, di antaranya terkait proses tender lifting minyak mentah di SKK Migas. Menyinggung ada-tidaknya dugaan suap, Johan belum bisa memastikan. “Apakah itu didalami, tentu didalami oleh penyidik. Itu hal yang wajar,” bebernya.

Terkait keterlibatan Sekjen SKK Migas yang sudah teridentifikasi, Johan menyampaikan bahwa KPK ingin mengetahui sejauh mana uang USD200.000 berkaitan dengan Sekjen SKK Migas. “Paling tidak (nanti) dia dikonfirmasi soal itu. Pemeriksaannya minimalnya itu. Maksimalnya, ya tentu nanti didalami dalam pemeriksaannya. Tapi, aku nggak tahu yang ditanyakan penyidik apa,” ujarnya.

Dia mengakui, sejauh ini penyidik baru memeriksa satu pihak swasta yakni, pimpinan PT Zerotech Nusantara Febri Prasetyadi Soeparta. Febri sudah dicekal sejak beberapa waktu lalu. Johan belum bisa menjawab kapan pemeriksaan terhadap Direktur Kernel Oil Private Limited Singapura Widodo Ratanachaitong dan Presiden Direktur PT Parna Raya Group Artha Meris Simbolon (berstatus cekal).

Yang jelas, orang yang dicegah pasti akan diperiksa. Direktur Eksekutif Institute Resourcess Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai, proses tender liftingminyak mentah di SKK Migas sangat rawan suap menyuap dan berpotensi terjadi korupsi. Hal itu sudah menjadi rahasia umum. “Dan, ini kan dekat juga dengan kekuasaan. Jadi, tepat kalau KPK mendalami itu untuk melihat suap menyuap dan potensi terjadinya korupsi dalam proses itu,” kata Marwan saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Pada proses tender ini tidak hanya pihak SKK Migas yang terlibat tapi ada pihak-pihak swasta yang bermain. Pihak swasta sangat berperan membuka peluang terjadinya suap-menyuap dan korupsi di SKK Migas. Pakar hukum dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani menyatakan, tindakan KPK mendalami proses tender itu patut diapresiasi. Namun, KPK harus tetap fokus pada kasus yang sudah ditangani. “Jangan sampai upaya tersebut (mendalami proses tender) mengganggu konsentrasi kasus yang ada. Karena, mungkin (KPK) bisa menemukan kasus baru,” kata Syafrani saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Dalam kasus suap ini KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, pimpinan Kernel Oil Private Limited Indonesia Simon Gunawan Tanjawa, dan Deviardi alias Ardi (swasta/pelatih golf).

Sumber: Seputar Indonesia, 16 September 2013


Informasi dan Pengetahuan Terkait:

 

Add comment

Security code
Refresh

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.