Komisi Pemberantasan Korupsi

Tender Simulator SIM Direkayasa

papan nama pengadilan tipikorProses lelang atau tender proyek pengadaan simulator SIM kendaraaan roda dua (R2) dan roda empat (R4) di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri hanya formalitas dan sudah direkayasa. Pemenang lelang proyek telah dipastikan jatuh ke tangan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) milik Budi Susanto. Perusahaan peserta tender lainnya merupakan perusahaan pinjaman.

Hal ini diungkap oleh sejumlah saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara korupsi dan pencucian uang dalam proyek simulator SIM dengan terdakwa Irjen (pol) Djoko Susilo. Mereka mengaku perusahaannya dipinjam oleh Sukotjo S Bambang melalui orang suruhannya, Warsono Sugantoro alias Jumadi, untuk mengikuti lelang proyek pengadaan simulator.

Saksi yang hadir dan memberi keterangan adalah Anggiat Timur Hutabarat (Direktur PT Bentina Agung), Jeffry Syahlagan (Dirut PT Digu Mitra), Wilson Hutajulu (Direktur PT Kolam Intan Prima), Vendra Wasnuri (Direktur PT Adora Integrasi Solusi), Muhammad Krisianto (Marketing PT Adora Integrasi Solusi), dan Vonny (Direktur PT Berlian Ekspres).

Menurut saksi Wilson Hutajulu, company profile perusahaannya diambil oleh Jumadi untuk diikut-kan proses lelang proyek simulator SIM. "Pak Jumadi datang ke kantor kita. Kebetulan memang posisinya saya tidak ada di kantor. Tapi memang dikasih tahu ke saya dia ambil company profile perusahaan,” kata Wilson di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa (4/6).

Pengakuan serupa juga diutara-kan oleh Jeffrey Syahlagan. Menurut dia, perusahaannya, yakni PT Digu Mitra, pernah diikutkan lelang pengadaan simulator pada 2010. Saat itu, PT Digu menang lelang, namun yang mengerjakan adalah Jumadi.

"Kebetulan Pak Jumadi membuat akte kuasa direktur, jadi saya tidak tanda tangan apg-apa," jelas dia.

Sementara itu, saksi lainnya, Anggiat Timur Hutabarat, selaku Direktur PT Bentina Agung, mengaku sama se-kali tidak tahu bahwa perusahaannya dipinjam benderanya untuk mengikuti proses lelang proyek simulator.

Anggiat berkilah bahwa sudah se-lama lima tahun menyerahkan operasional perusahaan ke menantunya yang bernama Eko Supriadi sehingga yang mengetahui pekerjaan perusahaan adalah menantunya tersebut. "Lima tahun saya tidak beraktivitas karena menantu saya yang menjalankan,” tukas dia.

Lebih lanjut, para saksi ini juga mengaku tidak mengenal siapa Djoko Susilo serta tidak mengetahui Djoko memerintahkan Ketua Panitia Lelang, AKBP Teddy Rusmawan, untuk meminjam perusahaan masing-masing.

Djoko Susilo mengatakan tidak mengenal para direktur perusahaan yang menjadi peserta lelang proyek simulator SIM. Untuk itu, Djoko me-milih untuk tidak menanggapi keterangan para saksi tersebut.

“Tidak ada pertanyaan, tanggapan. Saya tidak kenal saksi, dan tidak ada kaitannya dengan keterangan para saksi,” kata Djoko di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Suhartoyo.

Sumber: Koran Jakarta, 5 Juni 2013


Informasi dan Pengetahuan Terkait:

 

Comments  

 
#1 ongsya 2013-06-07 13:54
sy setuju dgn kinerja KPK yg memberantas korupsi dan masih banyak aparat kepolisian yg korupsi n jgn pandang bulu dgn hukuman di miskin kan bravo KPK .
Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.