Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Periksa 12 Kepala Dinas

img4b26fb2f9879fimg4b26fb2f9879fSetelah memeriksa para hakim di Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Tinggi Jawa Barat, giliran para kepala dinas di Pemkot Bandung dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka diperiksa dalam kasus penyuapan yang melibatkan hakim Setyabudhi Tedjocahjono, hakim yang menangani perkara penyelewengan dana banluan sosial Kota Bandung.

Pejabat yang diperiksa itu adalah Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi, Kepala Dinas Pendidikan Oji Mahroji, dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rusjaf Adimenggala.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, tidak semua pejabat memenuhi panggilan KPK. Yossi dan Rusjaf hadir memenuhi panggilan sebagai saksi sementara dua orang pejabat lainnya tidak hadir.

Usai diperiksa KPK, Yossi mengatakan, ia dimintai keterangan terkait peristiwa tangkap tangan hakim Setyabudhi setelah menerima uang Rp 125 juta dari Asep Triana. KPK juga menangkap Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Herry Nurhayat, dan Ketua Ormas Gasibu Pajajaran Toto Hutagalung.

"Saya ditanya waktu penangkapan tersebut sedang berada di mana," kata Yossi saat ditemui di KPK, Senin (6/5/2013).

Yossi mengaku, Jumat (22/3/2013) lalu saat terjadi tangkap tangan itu, dia sedang bertemu dengan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda di kawasan Dago. Baru sekitar pukul 15.00, Yosi tahu kejadian itu, setelah diberi tahu staf di Pemkot Bandung. Soalnya sebelumnya, Yossi salat Jumat di kediamannya. "Saya kaget juga ada peristiwa (penangkapan) itu," ujar Yossi.

Terkait penyuapan itu, Yossi mengaku tidak tahu. Tennasuk tak tahu dari mana asal uang yang diberikan Kerry Nurhayat lewat Toto dan Asep kepada Setyabudi. "Saya tidak tahu," tutur Yossi.

"Yossi sadar, posisinya sebagai Plt Sekda Kota Bandung membuatnya terseret dalam penyidikan kasus ini. "Saya jadi Plt sejak 11 Maret 2013, lalu tanggal 22 Maret 2013 ada kejadian seperti itu. Saya memaklumi saja kalau saya harus dipanggil. Tapi tidak apa-apa, saya harusnya ke Kalimantan tapi saya batalkan karena ke sini (KPK), supaya cepat selesai," kata Yossi.

Pada saat pemeriksaan, Yossi sempat bertemu Herry Nurhayat. "Dia tidak bilang apaapa, hanya nitip keluarga," kata Yossi.

Yossi diperiksa sekitar lima jam. "Pertanyaannya sebenarnya tidak banyak, tapi karena untuk empat tersangka, jadi butuh waktu," ucapnya.

Yossi menyelesaikan pemeriksaan lebih dulu dari Rusjaf. Sejam setelah Yossi diperiksa, Rusjaf tampak meninggalkan Gedung KPK. Namun Rusjaf tidak memberi keterangan apapun. "No comment. Sudah cukup ya," ujar Rusjaf.

Terkait pemeriksaan itu, Johan mengatakan, mereka yang dipanggil dianggap tahu atau mendengar kasus yang sedang disidik KPK. "Mereka dianggap tahu. Tapi detail pemeriksaannya kami tidak diberi tahu (penyidik)," kata Johan.

Menurut informasi yang diterima "PR", terdapat 12 kepala dinas atau pejabat yang setara dengan kepala dinas yang dimintai keterangan KPK pekan ini. Mereka adalah pejabat yang diduga mengetahui kasus ini karena dikabarkan turut hadir dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada. Pertemuan itu diduga menjadi petunjuk bagi KPK untuk mengembangkan kasus ini.

Johan mengatakan, meski sudah dipastikan akan diperiksa KPK, sampai saat ini belum ada panggilan pemeriksaan untuk Dada. "Kami masih fokus pada saksisaksi yang lain, di antaranya dari kalangan hakim," kata Johan.

Johan mengatakan, KPK terus mengembangkan kasus ini. KPK masih mencari adakah aktor lain, baik sebagai penerima maupun pemberi suap, dalam kasus ini selain dari keempat orang yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Sumber: Pikiran Rakyat, 7 Mei 2013

Comments  

 
# ari 2013-05-07 22:04
Mau di bawa kemana negri ini kalau pemimpin rakyat saja rakus uang rakyat. Saya raasa indonesia ini gudangnya para koruptor
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sarrah 2013-05-08 18:04
Coba mohon kepda KPK periksa gedung keuangan negara yg di bandung yg kantornya di jln asia afrika dekat hotel savoy homan ssaya hanya menginfokan di divisi apapun tolong kroscek karena disana korupsi itu seperti makan kacang sampai security sekaligus tolong juga kasus yg pernah mencuat ARi/ njo yg sampai punya rumah harga 1 milyar sedangkan jabatan dia hanya driver apa kabar dgn atasnnya mungkin korupnya bisa lbh bsr supir saja bisa sampai 1 milyar lebih
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Syarifuddin 2013-05-10 05:47
Mantap KPK, Semangat terus untuk memburu para Koruptor yang menyengsarakan RAKYAT..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aangunawan 2013-05-10 09:49
KADIS Perumahan DKI juga perlu diperiksa, karena memiliki kekayaan yg sangat fantastis berupa : rumah mewah diberbagai tempat (Jakarta, Sentul, Bogor, Bandung, bahkan kabarnya di Makassar dan di kampung yang bersangkutan pun ada), mobil mewah dari berbagai merek, beberapa bangunan Villa dalam satu kawasan yang sangat luas di kawasan Gunung Geulis (dengan perkiraan melebihi Rp 100 M), usaha Katering sebagai kamofloase dan lain-lain
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# LSM TCW TORAJA 2013-05-12 23:05
Kami mendukung eksistensi KPK.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# alexius bannetondok 2014-07-03 05:56
pantau kegiatan kadis peternakan toraja utara, sudah banyak kali kami laporkan itu. Toraja Corruption Watch.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.