Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Tangkap Pelaku Suap-menyuap Pengurusan Izin Lahan di Bogor

img4b468b6139b96img4b468b6139b96Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi, hingga Selasa (16/4) pukul 22.00, menangkap tujuh orang yang diduga pelaku suap-menyuap dalam pengurusan izin lokasi tanah untuk pemakaman di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka yang ditangkap antara lain pengusaha, pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor, dan calo tanah.

Mereka yang ditangkap KPK adalah Direktur Utama PT Gerindo Perkasa, Sentot; pegawai Pemkab Bogor, Usep; serta tiga orang yang diduga calo tanah, Willy, Nana, dan Imam. Bersamaan dengan penangkapan tersebut, KPK juga mengamankan sopir Sentot dan Willy. Penangkapan dilakukan di tempat istirahat (rest area) sekitar Sentul, Jalan Tol Jagorawi, pukul 17.00.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, KPK memperoleh informasi soal suap-menyuap dalam pengurusan izin lahan seluas 1 juta meter persegi di Kabupaten Bogor sejak Senin lalu. ”Informasi yang pertama kali berkaitan dengan usaha PT GP (Gerindo Perkasa) untuk memperoleh izin lokasi tanah di Kabupaten Bogor,” kata Johan.

Berbekal informasi itulah, KPK menyelidiki sejumlah orang, termasuk Sentot. Selasa sekitar pukul 11.00, Sentot yang dikuntit penyidik KPK diketahui tengah mencairkan uang Rp 1 miliar di sebuah bank. Tak lama setelah itu, Sentot menghubungi ketiga calo tanah. Akhirnya, disepakati mereka akan bertemu di tempat istirahat sekitar Sentul. Willy pun menghubungi Usep untuk sama-sama bertemu. Dalam perjalanan menuju tempat tersebut, Willy satu mobil dengan Nana.

Menjelang sore hari, kelima orang itu bertemu di Sentul. Mereka sempat makan bersama sebelum terjadi serah terima uang suap di mobil Sentot. Nana dan Usep yang mendatangi mobil Sentot. Tak berapa lama, Usep menenteng sebuah tas ransel yang belakangan diketahui berisi uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Ketika itulah, penyidik KPK langsung bergerak menangkap mereka.

”Ada uang yang diamankan penyidik. Dari perhitungan sementara, jumlahnya mencapai lebih dari Rp 800 juta,” katanya.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, penyuapan ini memang terkait dengan pengurusan izin lokasi pemakaman. PT Gerindo Perkasa bermaksud mengurus izin lokasi tanah untuk pemakaman di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Menurut Johan, ketujuh orang yang ditangkap tersebut masih dalam pemeriksaan KPK. KPK punya waktu 1 x 24 jam setelah penangkapan untuk memastikan status hukum mereka. Diduga ketujuh orang itu bukan pihak terakhir yang terlibat dalam kasus ini. KPK masih mengejar sejumlah orang, di antaranya diduga anggota DPRD dan pejabat Pemkab Bogor.


Sumber : Kompas, 17 April 2013

Comments  

 
# FERRY DERBY 2013-04-17 15:00
trimakasih KPK yang selaku bekerja dengan konsekuen untuk membangun negeri qt agar lebih baik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Raffles 2013-04-17 17:53
Bentuk KPKD (Komisi Pemberantasan Korupsi Daerah),yg anggotanya dipilih dari orang2 yg independen,kasu s korupsi di daerah sangat banyak yg tdk terungkap,krna kurangnya pengawasan dari penegak hukum dan suap-menyuap jadi snjata utama para pjabat daerah untuk bebas dari hukum.hidup KPK,segera bentuk KPK Propinsi dan KPK kab/kot biar pejabat daerah keteteran.
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.