Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Mencetak Perempuan Antikorupsi di Timur Indonesia

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Roberta Gatti, Stefano Paternostro, dan Jamele Rigolini yang berjudul “Individual Attitudes towards Corruption: Do Social Effect Matter?” yang diterbitkan World Bank Policy Research Working Paper pada 2003 mengenai sikap-sikap individu dalam menghadapi korupsi dengan menggunakan data dari 30 negara, menunjukkan bahwa perempuan lebih antikorupsi daripada kaum pria.

Hasil baseline study Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pencegahan korupsi berbasis keluarga, juga menegaskan hal ini. Peran perempuan, dalam hal ini ibu sangat penting dalam menginternalisasikan nilai kepada anak di dalam keluarga.

“Bola Salju” yang Merusak Moral

Nurul Habibah, salah seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMPN 1 Pekalongan terperanjat, begitu mengetahui dampak buruk dari perbuatan curang yang biasa terjadi di kalangan anak didiknya. Ia tak menyangka, perbuatan seperti menyontek, memiliki dampak negatif yang bersifat kumulatif seperti “bola salju”, bila dibiarkan bisa membawa daya rusak yang lebih besar.

“Saya berterima kasih telah diingatkan melalui kegiatan ini,” katanya yang berjanji akan terus mengingatkan anak didiknya mengenai bahaya menyontek.

KPK Undang Mantan Komisioner dan Penasihat

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar silaturahmi dengan mantan pimpinan, penasihat dan pejabat struktural KPK sebelumnya pada Rabu (4/3) di Gedung KPK, Jakarta. Dalam kesempatan itu, terlihat mantan penasihat Abdullah Hehamahua, mantan komisioner Haryono Umar, Erry Riyana Hardjapamekas, Busyro Muqoddas, Tumpak Hatorangan Panggabean.

KPK Sosialisasikan Empat Buku Antikorupsi

Upaya pencegahan korupsi, dilakukan dengan beberapa tahapan, yakni tahap sadar, mau, tahu, dan mampu. Jika keempat tahapan tersebut dimiliki oleh masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin korupsi bisa dibasmi.

Untuk itu, KPK melakukan sosialisasi empat buku yang berjudul Semua Bisa Beraksi, Orange Juice for Integrity; Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa, Pantang Korupsi Sampai Mati, serta Saujana: Di Antara Pilihan. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, buku-buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan. “Kalau pemahaman meningkat, kan berani bertindak dalam konteks pemberantasan korupsi,” katanya.

85 Organisasi Desak Penyelamatan Agenda Antikorupsi

Sebanyak 125 orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (27/2). Mereka membawa sejumlah agenda untuk berdiskusi dengan pimpinan KPK, di antaranya menyoroti pelemahan KPK, goyahnya sendi-sendi penegakan hukum dan kenegarawanan, serta ancaman terhadap agenda politik pemberantasan korupsi dalam pemerintahan Jokowi dan Kabinet Kerja.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.