Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Bersama KPK, Dunia Perangi Korupsi

Korupsi berdampak besar bagi kemanusiaan. Saat ini, korupsi menjadi hambatan bagi negara maju dan berkembang. Mereka telah mencoba memerangi masalah ini, sebab kerugian yang disebabkan oleh korupsi sangat besar, terutama untuk negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, saat menghadiri konferensi parlemen bertema 'The Sixth Global Conference of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC)’ di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (6/10). Adnan menjadi pembicara di hadapan 500 peserta konferensi yang berasal dari 47.

Adnan menambahkan, berbagai modus operandi yang dijalankan koruptor kini kian beragam. Penyuapan terjadi di setiap sektor pemerintahan, perusahaan swasta, pengolahan Sumber Daya Alam, bahkan kehidupan masyarakat. Bahkan hasil korupsi mereka disamarkan dalam berbagai bentuk. Korupsi benar-benar mengancam kondisi bangsa.

KPK Dukung Langkah Kemendikbud Canangkan Zona Integritas

“KPK memandang pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi ini sebagai langkah berani dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya di tengah masih maraknya korupsi dan keengganan sebagian orang untuk menjauhkan diri dari perilaku koruptif,” ujar Wakil Pimpinan KPK Zulkarnain, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (6/9).

Zulkarnain menyaksikan langsung pencanangan zona integritas di lingkungan Kemendikbud oleh Anies Baswedan. Menurutnya, upaya yang ditunjukkan oleh Kemendikbud adalah bentuk partisipasi aktif dari elemen bangsa untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Tentunya keberadaan kita semua pada hari ini di sini memiliki satu tujuan dan visi yang sama, yaitu untuk mewujudkan Indonesia yang bersih, transparan dan terbebas dari korupsi,” ujar Zulkarnain.

KPK Lanjutkan Kerja Sama di Sektor Telekomunikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperbaharui kerja sama terkait peningkatan mutu komunikasi dengan dua penyedia jasa telekomunikasi selular, yakni Indosat dan Telkomsel. Hal tersebut dilakukan di Gedung KPK, pada Selasa (6/10), dengan disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Program ini merupakan perpanjangan dari kerja sama sebelumnya yang telah habis masa berlakunya. Ketua KPK Sementara Taufiequrachman Ruki mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan sendiri oleh KPK.

“Segala tanggung jawab pemberantasan dan pencegahan korupsi membutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat sehingga dapat efektif dan efesien,” katanya.

Ruki menambahkan, keberhasilan KPK dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi tentunya tidak terlepas dari peran para mitra. “Dengan komunikasi yang baik, KPK berharap dapat terwujudnya kehidupan berbangsa yang bersih dari korupsi dengan didukung nilai budaya yang berintegritas,” katanya.

Tangkal Kecurangan, KPK tawarkan program Pengendalian Korupsi ke 8 BUMN

8 Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengikuti sosialisasi pencegahan korupsi dalam Koordinasi Piloting Fraud Control Plan (FCP) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (30/9). Kedelapan perusahaan itu yakni Angkasa Pura II, ASDP Indonesia Ferry, Bank DKI, Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, Jasa Marga, Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pelindo II.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain, dalam sambutannya, mengatakan pihaknya telah menyusun konsep Fraud Control Plan (FCP) dalam rangka pencegahan korupsi Dalam program ini, kegiatan-kegiatan Kementerian/Lembaga/Institusi akan terintegrasi sehingga mencegah terjadinya peluang korupsi.

“FCP ini merupakan program pengendalian yang dirancang secara spesifik untuk mencegah, menangkal, dan memudahkan pengungkapan kejadian berindikasi fraud (kecurangan). Program ini dirancang untuk melindungi organisasi dari kemungkinan kejadian fraud,” ujar Zulkarnain, di Auditorium KPK.

Pendidikan, Kunci Utama Pencegahan Korupsi

Pemberantasan korupsi tidak hanya soal upaya menangkapi para koruptor saja, tetapi juga pada upaya pencegahan yang harus tetap dilakukan. “Pencegahan itu berbagai macam bisa melalui film dan musik. Namun yang paling utama melalui pendidikan,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja dalam acara Wisuda Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) di Gedung SAKA, Kamis (1/10).

Sebanyak 28 wisudawan merupakan angkatan ke-4 dan ke-5 yang diwisuda. Adnan pun berpesan kepada lulusan SAKA agar mereka menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, khususnya di Aceh.

“Dengan pendidikan yang telah kalian peroleh di SAKA ini, saya berharap kalian bisa menularkan kepada orang-orang agar peduli terhadap pemberantasan dan pencegahan korupsi,” katanya.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.