Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

Sinergi Pilar Demokrasi dalam Pemberantasan Korupsi

ilustrasi-kebangsaanilustrasi-kebangsaan“Saya sepakat harus ada gerakan hidup sederhana, keteladan. Saya percaya KPK hanya menjadi ujung tombak (pemberantasan korupsi), kita semua harus support KPK,” ujar Ketua DPD Irman Gusman di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Irman menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) ke-10 dengan tema “Evaluasi dan Konsolidasi Seluruh Elemen Bangsa dalam Pemberantasan Korupsi”.

Dalam acara itu, digelar rapat pleno antar lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif dan pihak swasta serta akademisi dengan bahasan Peran Lembaga Yudikatif dan Legislatif dalam Pemberantasan Korupsi. Adapun Irman menjadi peserta pleno pertama bersama Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Artidjo Alkostar, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Anggota III BPK Eddy Mulyadi Soepardi.  

Menurut Artidjo, penyelenggara negara dan aparat penegak hukum harus memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya. “Integritas memang sangat penting, kita harus install kejujuran. Dalam agama dikatakan bergaulah kamu dengan penjual minyak wangi. Hakim mengadili berdasarkan dakwaan,” ujarnya.

Pesan Sebuah Kain Perca

Apa yang bisa dilakukan dengan bentangan kain berukuran 600 cm persegi? Bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kain ini bisa memberikan pesan antikorupsi kepada khalayak yang lebih luas.

Ini yang dilakukan KPK bersama Komunitas Rumpun Indonesia dengan menggelar penggalangan Kain Perca Integritas pada Senin (30/11) lalu, di depan Gedung KPK, Jakarta. Para partisipan dapat menempelkan cap telapak tangan dengan cat berwarna sekaligus menuliskan pesan antikorupsi.

Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember, sekaligus sebagai wujud dukungan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Para partisipan itu terdiri dari para pegawai KPK, awak media yang bertugas di KPK, maupun para tamu. Tak terkecuali Wakil Ketua Sementara KPK Johan Budi SP, yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, gerakan sekecil apapun mampu berkontribusi dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi.  

KPK Luncurkan Jurnal Antikorupsi ‘Integritas’

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan Jurnal Ilmiah Antikorupsi edisi perdana  pada Selasa (24/11), di Gedung Auditorium KPK Jakarta. Jurnal Integritas diterbitkan sebagai wadah untuk menampung dan mengkomunikasikan penelitian, kajian, dan buah pemikiran teoretis maupun konseptual di bidang antikorupsi.

Menurut Wakil Ketua Sementara KPK Johan Budi SP, Jurnal Integritas ini diterbitkan dengan untuk menyediakan forum keilmuan antikorupsi yang tanpa muatan politik. Digagas sejak dua tahun lalu,  “Jurnal ini diharapkan menjadi pelengkap dan pembanding bagi referensi lain yang sudah tersedia lebih dulu,” kata Johan dalam acara pembukaan.

Johan juga sempat menyinggung penggunaan nama jurnal. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia, Johan menjabarkan bahwa kata “integritas” memiliki makna sebagai "mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran"

KPK Tidak Boleh Dilumpuhkan

Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sementara Taufiqurachman Ruki resah, korupsi di negeri ini tidak ada habisnya. Sampai di penghabisan masa tugasnya, Ruki mengatakan praktik korupsi masih tetap ada. Hal itu diungkapkan Ruki dalam pembukaan kegiatan Media Gathering 2015 bersama para wartawan di Hulu Cai, Ciawi, Bogor pada Jumat (20/11).

"Insya Allah kami tanggal 16 Desember akan menyambut pimpinan baru. Tentu kami meminta maaf apabila ada kesalahan,” kata Ruki.

Ruki berharap ketika nanti pimpinan KPK berganti, pemberantasan korupsi akan terus lanjut. Dia pun menaruh optimisme kepada siapapun penggantinya nanti, pasti akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh KPK ini.

KPK Pilih Bandung Jadi Tuan Rumah Festival Antikorupsi 2015

haki 2015 324haki 2015 324Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih Kota Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Antikorupsi (Festa) 2015 yang akan digelar pada 10-11 Desember mendatang. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan, alasan dipilihnya Kota Kembang karena dianggap punya nilai lebih dalam keterlibat publik, ketersedian infrastruktur, dan perbaikan kinerja pencegahan korupsi sehingga pantas menjadi percontohan kota pencegahan korupsi dan pendidikan antikorupsi.

"Kota Bandung beberapa tahun ini telah melaksanakan rangkaian kegiatan di bidang pencegahan korupsi dan di tahun 2014 Bandung menerima penghargaan dari KPK, untuk pengendalian gratifikasi dan pelaporan tepat waktu," katanya.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.