Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

KPK Kerjasama dengan Universitas Paramadina Gelar ACCH Goes To Campus Festival 2013

berita roadshow acch 205x135berita roadshow acch 205x135Selama sebulan penuh, KPK memberikan kesempatan  kepada mahasiswa Universitas Paramadina Jakarta untuk mengakses langsung Portal Anti-Corruption Clearing House (ACCH) melalui ACCH Station untuk berbagai aktivitas perkuliahan. Kegiatan yang diberi tajuk “ACCH Goes to Campus Festival 2013” ini dibuka hari ini (Selasa, 26/3) oleh Deputi Rektor I Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto, Juru Bicara KPK Johan Budi SP dan Team Leader GIZ Johanna Wysluch.

Kepala Biro Humas KPK Johan Budi saat membuka acara tersebut mengatakan perlu kerjasama dengan banyak pihak untuk membangun sebuah portal antikorupsi, mulai dari aparat penegak hukum lain, NGO dan yang paling penting adalah para akademisi. Menurut Johan, KPK membangun portal ACCH secara bertahap dan membuka kesempatan bagi banyak pihak untuk berkolaborasi membangun dan melakukan kampanye bersama menyebarluaskan pengetahuan tentang antikorupsi ini. “KPK menyediakan tempatnya, mari kita ramaikan ini agar semakin banyak pihak yang sadar pentingnya pencegahan korupsi,” lanjutnya.

Donor Darah KPK untuk Bantu Sesama

berita donor darah 205x135berita donor darah 205x135Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggelar donor darah yang diikuti oleh pegawai KPK.  Acara yang berlangsung di Auditorium KPK, Rabu (20/3), ini diselenggarakan atas kerja sama Wadah Pegawai (WP) KPK dan Palang Merah Indonesia. “Donor darah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pegawai KPK untuk membantu sesama yang membutuhkan dan sekaligus menjadi darah yang menggelorakan semangat antikorupsi seantero negeri tercinta ini,” ujar Ketua WP Nanang Farid Syam.

Menurut Nanang, donor darah tidak hanya bisa menyelamatkan nyawa orang yang membutuhkan pasokan darah, namun juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. “Antusiasme pegawai mengikuti kegiatan donor darah yang berlangsung dari pagi hingga siang ini sangat besar. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 132 peserta.” paparnya.

Jelang Pemilu 2014, KPK Dorong Akuntabilitas Partai Politik

img4bd5094f440e5img4bd5094f440e5Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah merumuskan kebijakan dalam memberantas kompleksitas korupsi yang merambah ke berbagai sektor, antara lain pertambangan, pajak, kehutanan, dan rekayasa pemanfaatan APBN/D yang melibatkan partai politik maupun anggota atau pengurus partai politik. “Tahun 2014 adalah tahun politik karena akan dilaksankannya pesta demokrasi terbesar di Indonesia, yaitu pemilihan anggota legislatif, anggota DPD, dan presiden-wakil presiden,” ungkap Wakil Ketua KPK Adnan pandu Praja, saat pembukaan seminar “Membangun Akuntabilitas Partai Politik: Menaklukkan Korupsi”, yang diselenggarakan pada Rabu (13/3) di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Menurutnya, tahun 2013 korupsi akan lebih masif karena partai politik akan fokus pada pengumpulan modal politik sehingga akan menjadi transaksi kewenangan dan APBN akan dijadikan perburuan dan pembajakan modal politik. “Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam memberantas korupsi tersebut yang tentunya akan dilakukan dengan menggunakan modus-modus yang semakin canggih dan kompleks,” lanjut Adnan.    

Terbang dari Malang untuk Belajar Antikorupsi

img4b38df8731ba9img4b38df8731ba9Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menerima tamu dari kalangan pelajar yang ingin memperdalam ilmu tentang antikorupsi dan KPK. Kali ini, siswa SD Islam Quratul Ayun Malang bertandang ke kantor KPK di Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (13/3). Dalam rangka Islamic Study Tour,  rombongan yang terdiri atas 35 siswa dan 5 guru pendamping ini sengaja terbang dari Malang ke Jakarta, khususnya  KPK, untuk belajar antikorupsi, terutama tentang pendidikan karakter pada anak sejak dini.

Salah seorang guru pendamping, Fitrul Fathoni, mengatakan bahwa acara tahunan ini dilaksanakan untuk merangsang dan menumbuhkan cita-cita anak dan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa.  “Dengan adanya acara ini harapannya siswa dapat paham segala hal tentang korupsi, apa itu korupsi, penyebabnya, dan dapat mengetahui hal yang boleh atau tidak dilakukan, sehingga mereka dapat menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai pegangan dalam hidup,” papar Fitrul.

Mahasiswa Jurusan Bea dan Cukai STAN Belajar tentang Gratifikasi di KPK

img4b26fb2f9879fimg4b26fb2f9879fKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kunjungan mahasiswa Program Diploma Bea dan Cukai Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dalam rangka belajar tentang pemberantasan korupsi, terutama bidang gratifikasi. Acara yang berlangsung pada Jumat (8/3), di Auditorium KPK ini diikuti oleh sebanyak 103 orang mahasiswa yang tergabung dalam Korps Mahasiswa Bea dan Cukai (KMBC). Rombongan diterima oleh Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Harismoyo Retnoadi dan Masagung Dewanto.

Wakil Ketua Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) KMBC, Pramaditya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program dari KMBC STAN. “Selain kegiatan internal berupa nonton bareng film dokumentar dan diskusi, ada dorongan dari pihak kampus untuk mengadakan kegiatan kuliah lapangan di luar, sehingga kami memutuskan untuk ke KPK,” paparnya.

Kegiatan ini, lanjut Pramadiya, bertujuan agar mahasiswa bea dan Cukai STAN dapat memperdalam ilmu tentang pemberantasan korupsi secara langsung dari KPK, terutama terkait praktik yang berpotensi terjadi di Bea Cukai, salah satunya gratifikasi. "Sehingga kami dapat mengetahui seluk beluk lebih jauh tentang gratifikasi, terutama ketentuan dan proses pelaporannya, sehingga kami aman dan terbebas dari praktik gratifikasi. Kami berharap ilmu yang diperoleh dari KPK dapat diaplikasikan di lapangan kelak," kata pramaditya.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.