Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

KPK Apresiasi Karya Literasi Antikorupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi terhadap sejumlah penerbit atas kesertaannya dalam penerbitan buku bertema antikorupsi. Kategori buku antikorupsi yang diterbitkan meliputi; fiksi, nonfiksi dan faksi. Penghargaan diberikan kepada sejumlah penulis, editor dan desainer pada sejumlah kategori, bertepatan dengan acara Indonesia International Book Fair 2016 yang digelar di Assembly Hall JCC, Jakarta, pada Selasa (28/9).

Dalam kesempatan itu, Ketua KPK Agus Rahardjo bersama Ketua IKAPI Rosdiyanti Rozalina memberikan penghargaan kepada para pemenang. “Lewat buku akan tertanam pengetahuan tentang nilai-nilai kebaikan, sehingga mampu membentuk karakter yang berintegritas,” ujar Agus dalam sambutannya.

Adapun karya-karya terbaik yang diberikan penghargaan oleh KPK, meliputi; Buku Fiksi Anak; Editor terbaik: D Kurniawan, “Dongeng Kejujuran dan Pekerti”, Tiga Ananda SoloPenulis terbaik: Zhizhi Siregar, “Jujur itu berani”, Bestari Kids; Desainer Buku Terbaik: Arrahman Rendi, “Jujur Itu Berani”, Bestari Kids.

4 Negara Afrika Pelajari Kesuksesan KPK

Sejumlah delegasi perwakilan pemerintahan dan lembaga antikorupsi di Afrika berkunjung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (27/9). Para delegasi tersebut terdiri dari Komisi Antikorupsi Ethiopia, Senior Ekonom Kementerian Pemberdayaan dan Perencanaan Kenya, Kementerian Kerjasama Internasional Nigeria, Kementerian Kerjasama Internasional Tunisia dan Departemen Administrasi Publik Mozambik.

Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada para delegasi yang telah berkunjung ke KPK. Ia mengatakan sebuah kehormatan sejumlah perwakilan pemerintahan di Afrika meluangkan waktunya untuk belajar pemberantasan korupsi ke KPK.

“Saya berharap pertemuan ini dapat menjadi awalan untuk menguatkan kerja sama kita ke depan. Juga akan membawa jaringan di antara negara-negara untuk membagi informasi dalam memerangi praktik-praktik korupsi di dunia kita,” ujar Pahala.

Satu Suara Melawan Korupsi

Apa yang kau cari hai penguasa?
Duduk santai di singgasana
Sengaja Nikmati yang bukan haknya
Tuk puaskan nafsu dan hasrat dunia
Satukan suaramu
Suara kita semua
Berantas korupsi
Satukan aksi
Lawan! Lawan! Mereka bukanlah kawan
Bui! Bui! Mereka tak bernurani
 
Lirik lagu di atas dinyanyikan penuh enerjik oleh band GEA, salah satu finalis Festival Lagu Suara Antikorupsi (SAKSI) 2016 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lagu yang berjudul “Satukan Suara, Lawan!” itu, menyihir pengunjung Surabaya Town Square pada audisi regional Surabaya. Sang vokalis, Luckman Nizar, berlarian mengitari panggung, mengajak para penonton ikut bernyanyi. Dengan lirik yang sederhana, para pengunjung dengan mudah ikut melafalkan bait-bait liriknya.

Agar Politik Tak Lagi Penuh Interik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian pendekatan untuk membangun iklim politik yang berintegritas. Salah satunya melalui perbaikan aktor-aktor politik masa depan dengan sejumlah pembekalan dasar politik melalui penyelenggaraan Program Kelas Politik Cerdas Berintegritas (Kelas PCB) yang diselenggarakan secara paralel di dua kota pada Senin-Jumat (19-23/9) di Medan, Sumatera Utara dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, melalui program ini, KPK berharap akan tumbuh generasi politik baru di masa depan yang memiliki perspektif, sikap dan perilaku politik yang demokratis, berintegritas dan antikorupsi.

“Dari sini kami juga membuat gerakan dan jejaring politik yang bersih, demokratis dan antikorupsi untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik,” katanya.

Jogja Memilih 3 Juara Festival SAKSI 2016

Usai audisi regional Bandung yang digelar pekan lalu, kini Festival Lagu Suara Antikorupsi (SAKSI) 2016 menggelar audisi regional Yogyakarta untuk menentukan tiga musisi juara. Dalam kesempatan yang digelar pada Minggu (18/9) di Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani No. 1 itu, menampilkan 10 finalis yang telah lolos seleksi tahap pertama.

Ke-10 finalis itu terdiri dari RED Pencil (Magelang), SMC Band        (Salatiga), The Kon Sabar (Cilacap), Soelim Feat Ucky (Semarang), G Five (Yogyakarta), SUCOM (Kalimantan Selatan), Refriends (Yogyakarta), Panda (Yogyakarta), Not Biru (Yogyakarta),dan  REDO (Magelang).

Para juri yang terdiri dari Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, mantan basis band Dewa 19 Erwin Prasetya dan musis Stevanus Novan, memilih G Five (Juara I), SMC Band (Juara II) dan Panda (Juara III).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang juga menjadi juri pada tahap audisi, mengapresiasi antusiasime masyarakat dalam keikutsertaannya dalam festival ini. Saut melanjutkan, ini merupakan sinyal positif bahwa masyarakat terlibat aktif dalam mengkampanyekan pesan antikorupsi melalui seni musik.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.