Komisi Pemberantasan Korupsi

Halaman Utama / Berita

KPK Ajak Masyarakat Kawal Dana Desa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi perhatian khusus pada implementasi Undang-Undang Desa. Dampak positif dari dilaksanakannya konstitusi ini, desa diposisikan sebagai subjek pembangunan dan menerima alokasi dana tambahan yang diberi nama dana desa. Untuk lebih dari 74 ribu desa yang ada, pemerintah telah menggelontorkan lebih dari Rp20 triliun pada 2015, dan meningkat pada 2016 mencapai Rp47 triliun. Jumlah ini diperkirakan akan lebih besar pada tahun depan, yakni sekitar Rp70 triliun.
Karena besarnya dana yang dikelola, KPK menggandeng sejumlah pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawasi pembangunan dan tata kelola keuangan desa. Utamanya masyarakat yang menjadi penerima manfaat langsung dari implementasi undang-undang ini.

Salah satu upaya yang dilakukan, melalui peningkatan kesadaran masyarakat melalui jurnalisme warga. Dari sini diharapkan, masyarakat berperan aktif dalam memberikan edukasi dan informasi dalam pembangunan di desanya. Karena itu, KPK menggelar workshop Jurnalisme Warga untuk Mengawal Dana Desa pada Jumat-Sabtu (20-21/5) di Yogyakarta.

Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari beragam komunitas, antara lain radio komunitas, pers mahasiswa, blogger, komunitas antikorupsi, komunitas penulis dan komunitas pembuat film. Selama dua hari, mereka tak hanya dibekali materi jurnalisme, tetapi juga materi tentang tindak pidana korupsi, hingga seluk-beluk tata kelola desa.

Di Banten, KPK Dampingi SKPD Susun Rencana Kerja dan Anggaran

Menjalankan peran sebagai mekanisme pemicu (trigger mechanism), Komisi Pemberantasan Korupsi harus mendorong agar tata kelola pada pemerintah daerah berjalan bersih, transparan dan akuntabel. Inilah yang dilakukan pada enam provinsi yang mendapat pendampingan langsung dari KPK, yakni Provinsi Banten, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Khusus pada Provinsi Banten, Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Penindakan Terintegrasi untuk wilayah ini tengah melakukan sejumlah rapat koordinasi secara marathon yang digelar pada Senin-Jumat (16-20/5) kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Ruang Staf Ahli Gubernur Banten, Komplek KP3B, Serang.

Ketua Tim Korsup wilayah Banten, Asep Suwanda merinci kegiatan koordinasi akan dilakukan pada sejumlah instansi di provinsi ini, antara lain Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda, Inspektorat, Badan Keuangan Daerah, Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (SDAP) serta instansi lainnya yang terkait.

Tak Sekadar Memberi Pemahaman

Kalau diperhatikan, ternyata alam memberikan pelajaran penting tentang bagaimana hidup yang harmoni. Contoh sederhana pada proses fotosintesis yang memperlihatkan bagaimana tumbuhan memproduksi makanannya, dibantu zat atau unsur alam lainnya.

Setiap bagian tumbuhan, memainkan peran dengan baik. Dalam proses tadi, akar misalnya, bertugas menyerap air dan mineral yang dibutuhkan. Tak hanya makanan, akar juga membantu penyerapan oksigen pada beberapa jenis tanaman seperti tembakau. Atau, akar juga berguna menyimpan cadangan makanan pada jenis tanaman umbi-umbian. Zat makanan ini, kemudian disalurkan melalui batang ke seluruh bagian tumbuhan, termasuk daun.

Dari proses seperti ini, Pengembang Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Zulfikri Annas, memetik sebuah pelajaran. Kata dia, akar halus pada tumbuhan bisa membedakan mana makanan yang baik dan mana yang tidak. Seperti konsep makanan halal-haram bagi manusia.

“Kenapa kita sebagai manusia yang dilengkapi dengan akal dan pikiran tidak dapat berbuat layaknya akar halus?” ujar Zulfikri. Ia mengatakan, itulah hikmah yang harus diingat bahwa manusia sebagai makhluk yang paripurna sejatinya bisa hidup dalam harmoni seandainya memiliki pola hidup yang baik sebagaimana alam telah mengajarkan.

Agar Anak Berdaya Melawan Rasuah

Maraknya pembicaraan mengenai korupsi, membuat banyak orangtua tentu khawatir. Apalagi, tren pelaku korupsi kini juga dilakukan mereka yang berusia muda. Menjadi pertanyaan besar bagi para orangtua, “Bagaimana mengasuh anak agar bermental antikorupsi di masa mendatang?”

“Zaman saat ini, korupsi merajalela. Banyak ditemukan praktik korupsi di sekitar kita. Orangtua ingin anaknya berdaya dalam menghadapi tantangan di zamannya,” ujar penulis buku Parents Story, Adhitya Mulya dalam acara Bedah Buku yang digelar Perpustakaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (22/4).

Menurutnya, ada tiga hal yang harus dipersiapkan dalam membentuk karakter seorang anak yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Tiga hal itu yakni nilai diri, harga diri dan proses. “Karena memang tiga hal itulah yang membentuk karakter seorang anak, dalam proses mereka untuk menjadi seorang dewasa yang berdaya. Minimal anak kita berdaya untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Seni Mempermalukan Koruptor

Segala cara sepertinya sudah dilakukan, tidak hanya untuk mencegah dan memberantas korupsi, tetapi juga untuk mempermalukan si koruptor itu sendiri. Ironinya, setiap tersangka kasus korupsi yang keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan rompi oranye, seolah tak punya malu. Sambal tersenyum dan melambaikan tangan kepada para awak media, lalu masuk ke mobil tahanan.

Begitulah ungkapan kegeraman Gerakan Antikorupsi (GAK) yang lantas menggandeng sejumlah kelompok seniman untuk mempermalukan koruptor melalui seni lukis. Ada Sanggar Lukis Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (Garajas), Kelompok Dapur Sastra Cisauk, Kelompok Karikatur dan Kartunis, kelompok mural dan grafiti Indonesian Street Art Database (ISAD), dan kelompok fotografer dari Asosiasi Fotografer Indonesia (AFI). Turut hadir, seniman mural asal Amerikat Sonic Bad. Mereka membuat kartun bersama di kain putih sepanjang 15 meter yang menyindir, mengkritik dan menghinakan koruptor.

“Melalui aksi ini kami melecehkan, bahkan menghina para koruptor di negeri ini,” kata Ketua Gerakan Antikorupsi (GAK) Ruddy Johanes, di sela-sela kegiatan pada Jumat (22/4) lalu.

Info Kontak

Gedung KPK

Jln. HR Rasuna Said Kav. C1 Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Telp: (021) 2557 8300
Faks: (021) 5289 2456
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.