<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia</title>
    <link>http://www.kpk.go.id/</link>
    <description></description>
    <lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 18:37:52 +0700</lastBuildDate>
    <docs>http://backend.userland.com/rss/</docs>
    <generator>XOOPS</generator>
    <category>News</category>
    <managingEditor>admin@admin.com</managingEditor>
    <webMaster>admin@admin.com</webMaster>
    <language>id</language>
        <image>
      <title>Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia</title>
      <url>http://www.kpk.go.id/images/logo.gif</url>
      <link>http://www.kpk.go.id/</link>
      <width>144</width>
      <height>80</height>
    </image>
            <item>
      <title>Mantan GM PLN Dituntut 10 Tahun</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1259</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b959fa7beebf.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Mantan General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jawa Timur Hariadi Sadono dituntut 10 tahun penjara. Menurut jaksa penuntut umum (JPU), Hariadi diduga terlibat korupsi pengadaan outsourcing dan pengelolaan sistem manajemen pelanggan berbasis teknologi informasi PT PLN Distribusi Jatim 2004â2008 senilai Rp175 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tuntutan hukuman 10 tahun, jaksa meminta agar majelis hakim dalam vonis yang akan dibacakan pada sidang pekan depan menjatuhkan pidana denda Rp500 juta dan uang pengganti sebesar Rp6,5 miliar pada terdakwa. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Tue, 09 Mar 2010 08:20:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1259</guid>
    </item>
        <item>
      <title>KPK Bantah Periksa Wali Kota Bima</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1257</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; face=&quot;Arial&quot; -1=&quot;&quot; uspace=&quot;5&#039; /&gt;Jakarta, 8 Maret 2010. Sehubungan dengan tersebar-luasnya pemberitaan di media massa terkait dengan meninggalnya Walikota Bima, Drs. H. M. Nur A. Latif yang dihubung-hubungkan dengan agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada yang bersangkutan; agar tidak terjadi kesimpang-siuran informasi di masyarakat, KPK merasa perlu untuk menyampaikan klarifikasi sebagai berikut: &amp;lt;/font&gt;&amp;lt;ul&gt;&amp;lt;li&gt;&amp;lt;font size=&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b4d2feda2daf.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;Jakarta, 8 Maret 2010. Sehubungan dengan tersebar-luasnya pemberitaan di media massa terkait dengan meninggalnya Wali Kota Bima, Drs. H. M. Nur A. Latif, yang dihubung-hubungkan dengan agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada yang bersangkutan; agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat, KPK merasa perlu untuk menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 16:40:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1257</guid>
    </item>
        <item>
      <title> KPK bakal Netral Usut Kasus Century</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1256</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b26ff5de6077.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak akan terpengaruh hasil Rapat Paripurna DPR soal Hak Angket Bank Century maupun pendapat Presiden. Lembaga ini tetap berpegang pada temuan bukti dalam mengusut kasus baiÂ­lout Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua KPK M. Jasin mengungkapkan, banyak pihak meragukan netralitas KPK dalam kasus ini. Soalnya, ada perbedaan pendapat antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan DPR&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 12:00:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1256</guid>
    </item>
        <item>
      <title>KPK akan Kirim Teguran ke Direksi dan Komisaris BUMN</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1254</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; hpace=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b26fe2fac149.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Kepatuhan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melaporkan harta kekayaannya ternyata masih rendah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal lebih tegas menangani persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar menyatakan, KPK akan segera mengirim teguran ke direksi dan komisaris BUMN yang belum menyerahkan laporan harta kekayaannya.Sayangnya, Haryono enggan mengungkapkan BUMN mana yang pejabatnya belum melaporkan kekayaannya. &quot;Jumlahnya banyak, kami akan surati mereka supaya segera penuhi kewajibannya,&quot; ujarnya, akhir pekan lalu.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:50:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1254</guid>
    </item>
        <item>
      <title>LAPOR KEKAYAAN KE KPK ; Harta SBY dan Boediono Meningkat</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1255</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; uspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b38df8731ba9.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono Jumat (5/3) melaporkan tentang harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Harta kedua orang tersebut meningkat bila dibandingkan saat mengikuti Pilpres 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Â Dalam jangka waktu 6 bulan, kekayaan SBY meningkat sebanyak Rp 768 juta dan US$ 23.341. Sedangkan Boediono naik sebanyak Rp 6 miliar dan US$ 1.000. âSecara total harta kekayaan saya per 23 November 2009 berjumlah Rp 7.616.270.204 dan US$ 269.730 sedangkan pada laporan sebelumnya per 14 Mei 2009 berjumlah Rp 6.848.049.611 dan US$ 246.389,â ungkap Presiden SBY saat menggelar jumpa pers di kantor presiden, Jakarta, Jumat (5/3) seusai menerima pimpinan KPK. &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:50:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1255</guid>
    </item>
        <item>
      <title>KPK Periksa Sofyan terkait Bank Century</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1236</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; uspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b4d2feda2daf.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Keuangan Ad InÂ­terim Sofyan Djalil kemarin. Sofyan dimintai keterangan terkait kasus Bank Century selama dia menggantikan Sri Mulyani yang, menghadiri pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat pada 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan yang merupakan manÂ­tan Menteri Negara BUMN ini tiba di Gedung KPK, Jakarta, pukul 10.00 WIB dan rnenjalani pemeriksaan hingga pukul 15.00WIB. &quot;Saya ditanya peran Menkeu Ad Interim. Pada rapat tanggal 13 (November 2008), Gubernur BI melaporkan tentang perkembarigan Century kepada saya sebagai Menkeu Ad Interim,&quot; ujar Sofyan usai diperiksa di Gedung KPK Jakarta kemarin.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 09:40:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1236</guid>
    </item>
        <item>
      <title>KPK Tahan Tersangka  IK</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1235</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b4d2feda2daf.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Dalam pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan tanah untuk pembangunan pasar pada pemerintah Kabupaten Brebes pada tahun 2003, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap tersangka atas nama : IK (Bupati Kabupaten Brebes periode tahun 2002 â 2007).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:00:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1235</guid>
    </item>
        <item>
      <title>Bupati Boven Digoel Resmi Jadi Tersangka</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1234</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b26fb2f9879f.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), resmi menetapkan Bupati Boven Digoel Provinsi Papua, Yusak Yaluwo sebagai tersangka. Yusak diduga rnelakukan koÂ­rupsi dana otonomi khusus (otsus) pada APBD Boven Digoel tahun 2005-2007, Demikian diungkapkan jubir KPK Johan Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. &quot;Ya, kasusnya terkait dugaan korupsi dana Otsus di APBD Boven Digoel. Proses penyelidikannya telah dinaikkan ke penyidikan sejak sepekan lalu deÂ­ngan tersangkanya YY (Yusak Yaluwo),&quot; ujar Johan.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 09:50:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1234</guid>
    </item>
        <item>
      <title>SBY Minta Pertegas Aturan Honor</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1233</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b38df8731ba9.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan seluruh menteri terkait untuk segera merumuskan aturan tentangfee atau honor bagi pejabat di daerah. Presiden mengatakan, diperlukan ketegasan dan kepastian hukum terkait penerimaan fee oleh pejabat di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;âTidak boleh tidak ada kepastian. Kalau memang akan diatur kembali, mana honor yang boleh mana yang tidak,maka aturlah. Ini berlaku bagi semua,â tegas Presiden SBY saat bertemu para bankir di Istana Merdeka Jakarta kemarin.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 09:30:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1233</guid>
    </item>
        <item>
      <title>KPK Fokus pada 4 Sektor Rawan Korupsi</title>
      <link>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1231</link>
      <description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font size=&quot;-1&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;5&quot; align=&quot;left&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.kpk.go.id/uploads/img4b4e6ff12f518.jpg&quot; uspace=&quot;5&quot; /&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memfokuskan penyelidikan potensi korupsi pada empat sektor selama 2010, yaitu kesehatan, pendidikan, kehutanan, dan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, keempat sektor tersebut menjadi fokus perhatian karena pada tahun lalu banyak ditemukan potensi tindak pidana korupsi. âAda beberapa sektor yang akan didalami, di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, kehutanan, dan pertambangan. Itu adalah fokus garapan KPK pada 2010,âÂ  tegas Johan di Jakarta kemarin.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description>
      <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 09:20:00 +0700</pubDate>
      <guid>http://www.kpk.go.id/modules/news/article.php?storyid=1231</guid>
    </item>
      </channel>
</rss>